Berkali-kali merelakan, tapi akhirnya sedih jua
garis takdir yang belum memihak
rasanya aku seperti warna yang abu-abu,
Berkali-kali merelakan, tapi akhirnya sedih jua
garis takdir yang belum memihak
rasanya aku seperti warna yang abu-abu,

Oleh: Erna S
Yang lebih sibuk adalah jemari
Mengetuk banyak diksi untuk merekatkan hati
Dua sejoli yang terpatri di memori
Memilih pergi
Bertubi-tubi menyematkan luka yang abadi
Kini tak semerdu dulu lagi
Sepi harus dipeluk dini
Bersamanya hati gagal menahan gengsi
Author: Erna S
Pada dinding bisu
Bangunan yang kelabu
Warna tak lagi berpadu
Tebaran debu dan kisah yang sendu
Menjalar dalam kalbu
Tertinggal pada dimensi waktu
Membekas dengan ragu
Menggandeng pilu pada tapak yang tak lagi punya malu