Sabtu, 04 Mei 2019

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMP/MTs
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII (Tujuh)/2 (genap)
Materi Pokok : Aritmatika Sosial
Alokasi Waktu : 2 × 40 menit
Kompetensi Inti
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi Dasar dan Indikator
No.
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi

1.
3.15 Menganalisis aritmatika sosial (penjualan, pembelian, potongan, keuntungan, kerugian, bunga tunggal, persentase bruto, neto, tara).
3.15.1 Menelaah konsep aritmatika sosial mengenai nilai suatu barang, penjualan, pembelian, keuntungan dan kerugian serta persentase untung dan rugi.



Tujuan pembelajaran
Dengan model pembelajaran Problem Based Learning, pendekatan saintifik, dan diskusi kelompok menggunakan Lembar Tugas Peserta Didik, peserta didik dapat Menelaah konsep aritmatika sosial mengenai nilai suatu barang, penjualan, pembelian, keuntungan dan kerugian serta persentase untung dan rugi.
 Materi Pembelajaran
Aritmatika Sosial
Nilai Suatu Barang
Misalkan dalam kehidupan sehari-hari, anak sekolah membeli alat tulis sekolah. Jika membeli satu pak buku tulis berisi 10 buah  buku dengan harga Rp25.000,00. Berapa harga satu bukunya?
Kita misalkan harga 1 buku dengan “b”. Maka, kita dapatkan harga 1 buku dengan cara:
10b = 25.000
    b =
      = 5.000.
Jadi, harga 1 buah bukunya adalah Rp5.000,00. Maka, harga satu buah buku disebut nilai suatu barang.
Harga Penjualan, Harga Pembelian, Keuntungan dan Kerugian
Kriteria penentuan untung dan rugi dapat ditinjau dari harga beli dan harga jual adalah sebagai berikut:
Harga penjualan diperoleh dari harga sesuatu barang yang dijual.
Harga pembelian diperoleh harga sesuatu yang dibeli.
Keuntungan diperoleh dari harga penjualan lebih tinggi dari harga pembelian.
Kerugian diperoleh dari harga penjualan lebih rendah dari harga pembelian.
Untung = harga penjualan – harga pembelian, dengan syarat harga penjualan > harga pembelian.
Rugi = harga pembelian dikurangi harga penjualan, dengan syarat harga penjualan <  harga pembelian
Presentase Untung dan Rugi
Presentase Keuntungan
Persentase keuntungan digunakan untuk mengetahui persentase keuntungan dari suatu penjualan terhadap modal yang dikeluarkan.
Misal : 
PU = Persentase keuntungan 
HB = Harga beli (modal)
HJ = Harga jual (total pemasukan)
Persentase keuntungan dapat ditentukan dengan rumus

Presentase Kerugian 
Persentase kerugian digunakan untuk mengetahui persentase kerugian dari suatu penjualan terhadap modal yang dikeluarkan.
Misal :
PR = Persentase kerugian
HB = Harga beli (modal)
HJ = Harga jual (total pemasukan)
Persentase kerugian dapat ditentukan dengan rumus

Karena yang dihitung adalah persentasenya, maka orang dengan keuntungan lebih besar belum tentu persentase keuntungannya juga lebih besar.

Metode Pembelajaran
Metode : Ceramah, tanya jawab, dan diskusi kelompok
Model : Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Pendekatan : Saintific

Media, Alat, dan Sumber Belajar
Media               :
Lembar kerja dan materi diskusi

Alat dan bahan :
LCD, Papan tulis, dan spidol

Sumber belajar :
Buku Peserta didik kelas VII Kurikulum 2013
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu

Pendahuluan
Guru memberi salam dan mengajak siswa berdoa.
Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
Guru menyiapkan siswa secara fisik dan psikis untuk mengikuti proses pembelajaran. 
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu membuat konsep aritmatika sosial dan menghitung nilai suatu barang, penjualan, pembelian, keuntungan dan kerugian.
Guru memberikan motivasi kepada siswa.
Guru menyampaikan topik pembelajaran pada hari ini yaitu Aritmatika Sosial.
10 menit
Kegiatan Inti
Untuk mendorong peserta didik terlibat aktif, bertanggungjawab, dan mampu bekerjasama dalam kegiatan kelompok, guru mengelompokkan peserta didik kedalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang.

Siswa berhitung mulai dari 1-5 dan bergabung dengan kelompok masing-masing yang didapat nomor dari hasil hitugannya.

Guru membagikan Lembar Kerja dan Materi Diskusi, setiap kelompok mendapat satu Lembar Kerja dan Materi Diskusi (terlampir).

Guru memberikan petunjuk pengerjaan lembar kerja dan materi diskusi.

Peserta didik berdiskusi dan mengerjakan Lembar Kerja dan Materi Diskusi. 

Guru memantau dan memberikan bantuan seperlunya kepada peserta didik atau kelompok yang mengalami kesulitan. (Saintifik: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, dan mengasosiasikan).

Guru mengamati keaktifan dan kerjasama kelompok.

Kelompok diskusi diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Sementara kelompok lain menanggapi maupun memberi pertanyaan kepada kelompok penyaji. (Saintifik:mengkomunikasikan)

Guru meminta peserta didik untuk kembali ke tempat duduk semula. 

60 menit
Penutup
Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat kesimpulan pembelajaran Aritmatika sosial.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan menginformasikan materi untuk pertemuan selanjutnya dan menutup pembelajaran dengan  berdoa bersama kemudian memberi salam.
10 menit

Penilaian 
Teknik Penilaian       : Pengamatan, Tes Tertulis
Bentuk instrument : Angket
Prosedur Penilaian    : 
No
Sikap/Nilai
Butir Instrumen
Skor
1
Teliti
Memahami soal/masalah dengan cermat.
Solusi untuk memecahkan masalah.
Ketelitian dalam perhitungan.

2
Ingin Tahu
Keinginan untuk memahami soal/masalah.
Keinginan untuk memecahkan masalah.

Mengetahui




                      
Kepala SMP                         Guru mata pelajaran


Lampiran:
Kelas : VII
Kelompok :
Nama :
1.
2.
3.
4.
5. 

LEMBAR KERJA DAN MATERI DISKUSI

Mata Pelajaran : Matematika
Materi    : Aritmetika Sosial
Alokasi Waktu           : 40 menit.

Kasus 1 (Harga penjualan, harga pembelian, untung dan rugi)

Ibu saya adalah pengusaha pakaian muslim. Beliau menjual barang-barang dagangannya di pasar serta dari rumah ke rumah. Beberapa barang dagangannya adalah kerudung, peci, sarung, dan mukena. Ibu membeli barang dagangannya dari perusahaan konveksi. Dalam jual beli barang-barang tersebut, ibu merupakan pembeli dan pengusahan konveksi sebagai penjual telah memenuhi syarat-syarat penjual dan pembeli yaitu berakal sehat, balig, dan berhak menggunakan hartanya. Selain itu, jual beli yang dilakukan juga telah memenuhi rukun jual beli yaitu adanya penjual (pengusaha), pembeli (ibu), barang halal dan harga yang ditentukan, serta adanya kesepakatan bersama. Karena sudah memenuhi syarat dan rukun dalam jual beli, ibu dan pengusaha konveksi sudah dikatakan sah dalam melakukan jual beli. Berikut table harga pembelian barang-barang tersebut.


No 
Nama Barang
Harga pembelian (Rp)
Satuan harga
Harga pembelian per unit (Rp)
11. 
Kerudung
180.000
Satu lusin
………
22. 
Peci
230.000
Satu pack
……….
33
Sarung
840.000
Satu kodi
..........
44
Mukena
270.000
Setengah lusin
..........


Sebagai pengusaha, ibu kemudian menjual lagi barang-barang tersebut. Dengan harga berikut.

Nama Barang
Harga Pembelian Per Unit (Rp)
Harga Panjualan Per Unit (Rp)
Selisih Harga Pembelian Dan Harga Penjualan
Kerudung
18.000
Peci
21.000
Sarung
40.000
Mukena
50.000

Dari harga pembelian dan harga penjualan per unit tersebut diperoleh:
Harga pembelian kerudung lebih tinggi/rendah* dari harga penjualannya sehingga ibu akan mengalami laba/rugi*
Harga pembelian peci lebih tinggi/rendah* dari harga penjualannya sehingga ibu akan mengalami laba/rugi*
Harga pembelian sarung lebih tinggi/rendah* dari harga penjualannya sehingga ibu akan mengalami laba/rugi*
Harga pembelian mukena lebih tinggi/rendah* dari harga penjualannya sehingga ibu akan mengalami laba/rugi*.
*) coret salah satu

Laba/rugi dari penjualan masing-masing barang tersebut dapat dihitung berikut ini:
Kerudung:
Laba/rugi*
= harga…
= Rp….
= Rp….
= harga…
= Rp….


Peci:
Laba/rugi*
= harga…
= Rp….
= Rp….
= harga…
= Rp….


Sarung:
Laba/rugi*
= harga…
= Rp….
= Rp….
= harga…
= Rp….


Mukena:
Laba/rugi*
= harga…
= Rp….
= Rp….
= harga…
= Rp….


Kasus 2:

Seorang pengusaha harus dapat memperoleh laba dari barang dagangannya. Oleh karena itu, ibu juga harus memperoleh laba dari setiap barang yang dijualnya. Agar memperoleh laba, ibu harus mengganti harga penjualan barang yang mengalami rugi. Jika ibu hanya ingin memperoleh laba Rp.2.000,00 dari harga penjualan barang yang mengalami rugi, maka harga baru dari barang tersebut adalah sebagai berikut.

Nama Barang
Harga Penjualan Per Unit Saat Ini (Rp)
Laba/Rugi ?
Harga Penjualan Per Unit Yang Baru (Rp)
Besar Laba Per Unit (Rp)

Kerudung

Peci

Sarung

Mukena



Kesimpulan:
Harga pembelian adalah………………………………………………………………..
Harga penjualan adalah………………………………………………………………...
Laba adalah…………………………………………………………………………….
Rugi adalah…………………………………………………………………………….

Makalah cara menjaga lingkungan sekolah

KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita segala nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kami masih bisa menyelesaikan makalah mengenai "Cara Menjaga Lingkungan Sekolah"
Marilah kita kirimkan sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi yang telah membawa kehidupan dari jaman jahiliyah menuju jalan yang Allah SWT ridhoi.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini. Oleh karena itu,  kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan guna kesempurnaan makalah ini.







                                                                                            Tertanda


Maros, 26 April 2019


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..1
DAFTAR ISI.…...2
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang.........................................................................................3
Rumusan Masalah....................................................................................3
Tujuan......................................................................................................4
BAB II
PEMBAHASAN
Apa itu lingkungan sekolah ................................................................................5
Bagaimana cara menjaga lingkungan sekolah....................................................10
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan.......12
Saran.........12
DAFTTAR PUSTAKA..................................................................................13
                               





BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Lingkungan sekolah merupakan lingkungan tempat peserta didik menyerap nilai-nilai akademik termasuk bersosialisasi dengan guru dan teman sekolah. mengenai hal ini Zarnuzi penulis buku ta‟limulmuta‟allim memberikan arahan tentang guru dan teman. menurut Zarnuzi, Idealnya seorang guru memiliki sifat„alim wara‟ dan lebih tua.
Fungsi masjid menurut faham kaum muslimin di masa-masa permulaan Islam adalah amat luas. Mereka telah menjadikan masjid untuk tempat beribadah, memberi pelajaran, tempat peradilan, tentara berkumpul, dan menerima duta-duta dari luar negeri. Di antara yang mendorong mereka untuk mendirikan masjid ialah keyakinan rumahereka tak cukup luas untuk beribadah bersama dan mendirikan suatu majelis. Hal ini sejalan dengan ayat Al-Qur'an :
Artinya:
Janganlah kamu bersem bahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh-nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa , sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.(QS at-Taubah 108).
Dalam konteks sekarang, masjid adalah sekolah. Lingkungan sekolah dalam kaitannya dengan pembentukan tingkat keberhasilan anak dalam belajar, adalah sebagai lanjutan dari pendidikan lingkungan keluarga. Dalam perspektif Islam, fungsi sekolah sebagai media realisasi pendidikan berdasarkan tujuan pemikiran, aqidah dan syariah dalam upaya penghambaan diri terhadap Allah dan mentauhidkan-Nya sehingga manusia terhindar dari penyimpangan fitrahnya. Artinya, prilaku anak diarahkan agar tetap mempertahankan naluri keagamaan dan tidak keluar dari bingkai norma-norma Islam. Demikian pula anak di sekolah tidak akan lepas dari pergaulan dengan teman sebayanya

Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas maka kita bisa mengetahui rumusan masalahnya ialah bagamana cara menjaga lingkungan sekolah agar terhindar dari penyimpangan fitrahnya.

Tujuan

Untuk mengetahui cara menjaga lingkungan sekolah agar terhindar dari penyimpangan fitrahnya.





BAB II
PEMBAHASAN
A. Disiplin
Disiplin adalah sikap patuh dan kemauan untuk menghormati serta menaati suatu sistem baik sistem agama maupun etika sosial. Dalam bahasa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sikap disiplin merupakan keharusan dalam ibadah. Perintah untuk bersikap disiplin tersebut tersirat dalam sifat ihsan. Dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ihsan adalah:


Menyembah Allah subhanahu wa taala seakan-akan kamu melihat-Nya.
Konsekuensi dari perilaku ihsan tersebut adalah komitmen kita untuk tetap melakukan ibadah baik di kala sendirian maupun saat ada orang yang mengawasi, dalam keadaan sempit maupun lapang. Perilaku  ihsan kepada Allah idealnya tidak didasarkan pada rasa takut, tetapi pada rasa cinta; cinta kepada Allah dan cinta kepada diri sendiri.
1. Cinta pada Allah akan menjadikan seorang muslim melaksanakan syariat Allah karena didorong semangat dan kegembiraan, bukan rasa takut. Dengan  berbekal cinta pada-Nya, seorang muslim akan melaksanakan syariat Allah karena mengharap keridhaannya, bukan karena mengharap surga atau takut dimasukkan neraka.
2. Cinta pada diri sendiri. Perilaku disiplin hendaknya juga didorong oleh cinta pada diri sendiri. Cinta pada diri sendiri mendorong seorang muslim untuk sekuat tenaga menjaga kehormatan, harga diri dan martabat pribadi dengan berusaha menaati segala peraturan yang ada, baik aturan Allah maupun aturan yang diberlakukan antar sesama  manusia.
B. Pergaulan
Dalam agama islam ada beberapa aspek atau hal menyangkut pergaulan yang harus diketahui diantaranya adalah dengan siapa kita bergaul dan bagaimana cara bergaul dengan orang lain. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini mengenai pergaulan dalam islam .
1. Pergaulan dengan sebaya
Teman sebaya atau karib adalah orang-orang atau teman yang usianya tidak terpaut jauh dengan kita baik sama maupun lebih muda. Adapun dalam bergaul dengan teman sebaya kita harus senantiasa berbuat baik dan mengutamakan akhlak yang mulia (baca cara meningkatkan akhlak terpuji). Hal-hal yang perlu diperhatika dalam pergaulan dengan teman sebaya antara lain
Mengucapkan salam setiap bertemu dengan teman sebaya dan sesama muslim. Jika perlu kita bisa berjabat tangan tentunya jika orang tersebut berjenis kelamin sama ataupun mahram kita.
Mengucapkan salam hukumnya sunnah bagi umat islam dan menjawab salam hukumnya wajib.
Senantiasa menyambung tali silaturahmi dengan saling berkunjung dan berkumpul untuk hal-hal yang baik maupun belajar bersama (baca keutamaan menyambung tali silaturahmi). Hal ini akan semakin memperkuat ukhuwah islamiyah diantara para pemuda pada umumnya (baca pengertian ukhuwah islamiyah, ihsaniyah dan wathoniyah)
Saling mengerti serta memahami kebaikan dan kekurangan masing-masing dan menghindari segala macam jenis perselisihan
Teman sebaya hendaknya saling tolong menolong dalam hal kebaikan dan menolong teman sebaya yang sedang dalam kesusahan tentunya sangat dicintai Allah SWT misalnya dengan cara bersedekah (baca keutamaan bersedekah)
Mengasihi dan memberi perhatian satu sama lain terutama jika ada teman yang sedang kesusahan atau ditimpa suatu masalah, kita sebagai teman wajib mendukung dan bila perlu memberi pertolongan
Senantiasa menjaga teman dari pengaruh buruk atau gangguan orang lain
Memberikan nasihat kebaikan satu sama lain
Mendamaikan teman jika ada yang berselisih
Mendoakan teman agar mereka senantiasa berada dalam kebaikan
Menjenguknya jika ia sakit, datang jika diberi undangan serta mengantarkannya ke makam jika ia meninggal sesuai dengan hadits berikut ini
Dari Abu Hurairah RA berkata  Kewajiban orang muslim terhadap orang muslim lain enam perkara. Orang beratnya kepada beliau; apakah itu ya Rasulallah? Jawab Rasulallah SAW.:  Jika berjumpa dengannya diberi salam, jika diundang mendatanginya, jika dimintanya nasihat diberikan, jika bersin dan ia menyebut nama Allah, didoakan dengan beroleh rahmat,jika ia sakit ditengok dan jika ia meninggal diantarkan. (H.R.Muslim)
2. Pergaulan dengan orang yang lebih tua
Adapun islam senantiasa mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua dan orang yang lebih tua dari kita, menghormati dan menghargainya. Beberapa hal yang dapat diperhatikan dalam bergaul dengan orang yang lebih tua adalah
Menghormati mereka dengan sepenuh hati dan senantiasa mengikuti nasihat mereka dalam kebaikan
Mencontoh tingkah laku mereka yang baik dan menjadikannya pelajaran.

Memberi salam setiap kali bertemu dan senantiasa bertutur kata dengan lemah lembut dan menjaga sopan santun
Tidak berkata kasar pada mereka dan menjaga perasaannya walaupun ia berkata tidak baik, janganlah kita membalasnya dengan perkataan yang tidak baik juga untuk menghidari konflik terutama konflik dalam keluarga
Senantiasa mendoakan terutama jika mereka adalah orangtua atau saudara kita
3. Pergaulan dengan lawan jenis
Hal yang perlu diperhatikan dan tak kalah penting dalam pergaulan islam adalah tata cara bergaul dengan lawan jenis. Islam sendiri mengatur pola hubungan antara pria dan wanita serta memisahkan keduanya sesuai dengan syariat yang berlaku. Adapun hal-hal yang perlu kita ketahui dan pegang dengan teguh mencakup hal-hal berikut ini :
Menghindari berkhalwat atau berdua-duaan seperti halnya dalam pacaran (baca pacaran dalam islam) apalagi jika sampai memiliki hubungan pacaran beda agama. Dikhawatirkan jika berkhalwat tersebut dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti zina dan lain sebagainya.
Jauhilah berkhalwat dengan perempuan. Demi (Allah) yang diriku berada dalam genggaman-Nya, tidaklah berkhalwat seorang laki-laki dengan seorang perempuan kecuali syetan akan masuk di antara keduanya. (HR. al- Thabarani).
Tidak memandang lawan jenis dengan syahwat atau pandangan nafsu. Hindari memandang lawan jenis kecuali jika benar-benar diperlukan
Hindari berjabat tangan dengan lawan jenis kecuali mahram (baca pengertian mahram dan muhrim dalam islam) maupun jabat tangan antara suami dan istri
Menutup aurat jika bertemu dengan lawan jenis sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut
Tidak dibolehkan seorang laki-laki melihat aurat (kemaluan) seorang laki-laki lain, begitu juga seorang perempuan tidak boleh melihat kemaluan perempuan lain. Dan tidakboleh seorang laki-laki berselimut dengan laki-laki lain dalam satu selimut baju, begitu juga seorang perempuan tidak boleh berselimut dengan sesama perempuan dalam satu baju. (HR. Muslim).
Hendaknya menghindari perbuatan yang menjurus pada zina (baca zina dalam islam) seperti bersentuhan, berpelukan, berpegangan tangan, berciuman apalagi sampai melakukan zina dan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti hamil diluar nikah (baca hukum hamil diluar nikah dan hukum menikah saat hamil) sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al isra ayat 32 yang berbunyi
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

C. Menjaga Kebersihan sekolah
Kebersihan merupakan salah satu hal terpenting untuk menciptakan kesehatan lingkungan. Kebersihan juga berperan penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan tentram. Tentu saja bila lingkungan yang kumuh akan menjadikan orang menjadi enggan berlama lama untuk berada di lingkungan tersebut. Kebersihan adalah upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dari segala yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman.
Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan, dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Sebaliknya, kotor tidak hanya merusak keindahan tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, dan sakit merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan.
Hadits Rasulullah SAW :
نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْھِمَاكَثِيْرٌمِنَ النَّاسِ الصَّحَّةُ وَالْفَرَاغُ٠ ﴿رواﻩ البخاري﴾
Artinya : “Dua kenikmatan yang banyak manusia menjadi rugi (karena tidak diperhatikan), yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR. Al-Bukhari)
Begitu pentingnya kebersihan menurut islam, sehingga orang yang membersihkan diri atau mengusahakan kebersihan akan dicintai oleh Allah SWT, sebagaimana firmannya dalam surah Al-Baqarah ayat 222 yang berbunyi :
.......ﺍِنَّﷲَيُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَﻬِّرِيْنَ۝
Artinya : “........Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang                                     yang menyucikan / membersihkan diri. (Al-Baqarah : 222)
Kebersihan itu bersumber dari iman dan merupakan bagian dari iman. Dengan demikian kebersihan dalam islam mempunyai aspek ibadah dan aspek moral, dan karena itu sering juga dipakai kata bersuci sebagai padaman kata membersihkan / melakukan kebersihan. Ajaran kebersihan tidak hanya merupakan slogan atau teori belaka, tetapi harus dijadikan pola hidup praktis, yang mendidik manusia hidup bersih sepanjang masa, bahkan dikembangkan dalam hukum islam.
Secara khusus, Rasulullah SAW memberikan perhatian mengenai kebersihan.
اَلنَّظَافَةٌ مِنَ اﻻِيْمَانِ٠﴿ﺮﻮﺍﻩ ﺍحمد﴾
Artinya : “Kebersihan itu sebagian dari iman”. (HR. Ahmad)
Isi Kandungan :
1.      Umat Islam wajib menjaga kebersihan lahir dan batinnya.
2.      Menjaga kebersihan lahir dan batin merupakan ciri-ciri sebagian dari iman dalam kehidupannya.
Hadits tersebut menjelaskan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. Artinya seorang muslim telah memiliki iman yang sempurna jika dalam kehidupannya ia selalu menjaga diri, tempat tinggal dan lingkungannya dalam keadaan bersih dan suci baik yang bersifat lahiriyah (jasmani) maupun batiniyah (rohani).

اَﻻِسْلَامُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْا فَاِنَّهُ ﻻَيَدْحُلُ الْجَنَّةَ اﻻَّ نَظِيْفٌ ٠﴿ﺮﻭﺍﻩ ﺍلبيهقى﴾
Artinya : “Agama Islam itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan,                        karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih.                              (HR. Baihaqy)
Isi Kandungan :
1.      Bahwasanya Allah SWT adalah dzat yang baik, bersih, mulia, dan bagus. Karena Allah menyukai hal-hal demikian. Sebagai umat islam, maka kita harus memiliki sifat yang demikian pula terutama dalam hal kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Maka  kebersihan sekolah juga harus tetap dijaga agar lingkungan sekolah tetap bersih. Bagaimana mungkin siswa mampu menangkap pelajaran yang disampaikan dengan maksimal bila siswa itu sendiri kurang nyaman berada di kelas karena kotor. Belum lagi kamar mandi sekolah yang identik dengan bau dan kotor karena perilaku jorok para siswa. OLeh karena itu, kita harus melakukan beberapa cara untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah
1. Menjaga Lingkungan Sekitar Sekolah
Ada beberapa cara untuk menjaga kebersihan linkungan sekolah yaitu:
a. Membuat tempat pembuangan sampah di sekolah.
b. Menyediakan tempat sampah berdasarkan jenis sampahnya.
c. Melaksanakan tata tertib kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
2. Gerakan Menjaga Kebersihan Kelas dan Sekolah
a. Menjaga kebersihan meja
Kebersihan meja harus kita jaga. Kita dapat menulis dan membaca dengan nyaman di meja yang bersih. Oleh karena itu, hindarilah perbuatan seperti mencoret meja dengan menggunakan tip-ex, roll tape, dan sebagainya.
b. Membuang sampah di tempat sampah
Membuang sampah di tempatnya wajib kita lakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Apabila kita membuang sampah sembarangan, selain memberikan kesan jorok dan tidak enak dilihat juga akan menimbulkan bau yang tidak sedap di sekitar halaman sekolah.
c. Menjaga kebersihan fasilitas yang ada di sekolah
Tindakan ini sangat penting karena apabila kita tidak menjaga kebersihan fasilitas, warga sekolah pun menjadi tidak nyaman menggunakan fasilitas tersebut. Contohnya, kamar mandi, sering sekali kamar mandi menjadi sarana yang paling tidak nyaman digunakan karena kurangnya kesadaran warga sekolah dalam menjaganya. Maka dari itu, mulai lah kita menjaga fasilitas  fasilitas di sekolah. menjaga kebersihan lingkungan sekolah itu sangatlah penting. Hal ini bukan hanya dilaksanakan oleh petugas kebersihan di sekolah tapi juga dibutuhkan peran serta warga sekolah untuk menjaganya.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Lingkungan sekolah adalah kesatuan ruang dalam lembaga pendidikan formal yang memberikan pengaruh pembentukan  sikap dan pengembangan potensi siswa

Saran
Menyadari bahwa penulisan makalah jauh dari kata sempurna, maka kami berharap kritik maupun saran dari pembaca



















DAFTAR PUSTAKA

http://www.sarjanaku.com/2013/04/pengertian-lingkungan-sekolah-faktor.html?m=1
https://carolinmeilianisurya.wordpress.com/2016/11/14/menjaga-kebersihan-lingkungan-sekolah/

https://satujam.com/disiplin-dalam-islam/


Sabtu, 23 Juni 2018

Kataku



Duhai amanat yang beratnya kian terasa...
Jika dengan mengabaikan mu.
Aku tak akan merasakan kantuk...
Jika dengan peduli aku akan merasa lelah
Lantas haruskah aku menepis rasa itu dengan berlengah-lengah?
Atau aku harus terus menjelajah malam dengan kesendirian dan kesunyian sebab sebuah tanggungjawab yang belum kelar...

#Erna

Pojok Kenangan




Terkadang rindu itu hanya bisa kita dekap dalam bungkam
Sembari memandang kembali lembar demi lembar kenangan
Yang pernah melukis bahagia
Dengan isak tangis sebab terharu akan kebersamaan.

Bukan tentang siapa yang lebih dahulu merasa rindu
Tapi ini tentang pojok kenangan
Yang masih tersusun rapi dalam bingkainya,
Apakah masih tetap tersimpan dan teringat oleh ingatan atau itu telah terlupakan ?
sebab kesibukan melukis kenangan baru

Jangan lupa jika kita pernah membuat album bersama
Kau boleh sibuk memintal kenangan baru
Tapi jangan lupakan kenangan lama
Sebab lupamu adalah pertanda jika rasa sayang itu tiada lagi mengisi hatimu.

~erna

Kenangan



                                  Kenangan

Biarlah kini tetap sendiri
Mengisahkan kenangan yang tersisa dalam perih
Biarlah aku menemui perpisahan itu meski dengan kepingan sakit itu yang temani

Pada cercahan kenangan
Mencibir jiwa yang sesak akan keperihan
Mengusik segala rasa tanpa tahu titik kesepian
Terlarut dalam lantunan syair yang mengingatkan ku pada kenangan
Yang tergenang oleh seduhan air mata karena kenangan

Dalam gelap malam yang sunyi
Tiada lagi wacana yang penuh dengan rangkaian kata.
Tiada lagi kutipan rindu
Yang dapat ku kutip dengan indah sesuai kalbu.
Yang tersisa adalah kenangan bersama kesendirian yang memuat pertanyaan tanpa tahu akan jawaban

Dalam gelap menyayat perasaan
Terisak tangis akan perpisahan
Dan kini yang ku genggam bukan lagi jemarimu
Tapi...
Genggaman kesedihan ku
Sebagai keterangan dari kisah yang telah berakhir diambang masa kejayaan


Karya:
~Erna

Hidupmu


                Hidupmu


Bahagia mu telah mencapai puncak kejayaan
Kau telah
menempati singgasana yang begitu mewah
Sehingga lupa tempat awal kau bermula
Pandangan mata yang dahulu mengikat sayang
Tiada lagi dalam raga mu yang dibalut kemewahan

Kemewahan yang kini kau agungkan
Sedetik saja aku anggap itu kehancuran atas segala perasaan
Senyum yang merona
Degup jantung yang sesak dikala jumpa
Yang dahulu manis kini tercampur oleh pahit yang sempurna

Kepungan kekecewaan pecah bersamaan dengan air mata yang mendera
Biarlah kelak kau merasa terbunuh di dada mu
Sebagai teriakan penyesalan dalam raga mu

Namun sia-sia, karena saat itu beriringan dengan penyesalanmu rasa itu pun telah tiada lagi mengepung dalam diriku.



Karya:

~Erna

Menyuarakan Rindu




                    Menyuarakan Rindu
 

Malam yang gelap selalu merasakan kesunyian
Dibawah sinar lampu yang remang
Mengisahkan kenangan yang ku rindukan
Dengan goresan tinta pada secarik kertas yang mulai kusam
Dengan irama kerinduan yang mendamba pertemuan

Tak sekadar imajinasi dalam ratapan
Dan rintihan air mata dalam lamunan
Ada rindu yang mendamba temu
Dibalik sepi yang tak tergoyahkan
Oleh binar-binar rasa yang semakin menggerogoti perasaan

Ada sakit yang tertancap dalam dada
Memuai perih yang tak terhempaskan
Sekat tangis yang menyesakkan kalbu
Karena rindu yang tak mengundang temu

Bukan sekadar kata yang ku lantunkan
Rintihan air mata berjatuhan
Menyuarakan rindu akan pertemuan
Bukan sekadar wacana dalam tulisan
Tapi pertemuan yang ku nantikan



Karya:
~Erna









Jumat, 15 Juni 2018

KPK

BAB II
PEMBAHASAN
Definisi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)
Kelipatan suatu bilangan adalah himpunan-himpunan bilangan asli yang habis dibagi oleh bilangan tersebut. Misalnya himpunan kelipataan 2 adalah {2, 4, 6, 8, 10,...}dan himpunan kelipatan dari 4 adalah {4, 8, 12, 16,……}. Kelipatan persekutuan adalah himpunan irisan dari himpunan-himpunan kelipatan. Misalnya dari himpunan kelipatan persekutuan 2 dan 4 adalah {4, 8, 12,……}. Dari himpunan itu anggota terkecilnya adalah 4,dan disebut sebagai kelipatan persekutuan terkecil (KPK). Maka kelipatan persekutuan terkecil (KPK) adalah anggota terkecil dari anggota himpunan kelipatan persekutuan.
Metode untuk Menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)
Metode Irisan Himpunan
Di dalam metode irisan himpunan, pertama kita tentukan himpunan kelipatan-kelipatan positif dari bilangan pertama dan bilangan kedua. Kemudian kita tentukan himpunan persekutuan kelipatan dari bilangan-bilangan itu dan akhirnya kita pilih bilangan terkecil dari himpunan itu.
Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari p dan q, dengan p,q anggota himpunan bilangan asli adalah bilangan terkecil anggota himpunan bilangan asli yang habis dibagi oleh p dan q.
Contoh :
 Tentukan KPK dari 8 dan 12 !
Jawab :
Misalkan himpunan-himpunan kelipatan positif dari 8 dan 12 berturut-turut adalah K8 dan K12.
K8    = {8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72 ………}
K12  = {12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96, 108 ……}
Himpunan kelipatan persekutuannya adalah :
K8    =  K12  = {240, 480, 720 ….}
Karena bilangan terkecil dari K8  K12 adalah 24, KPK dari 8 dan 12 adalah 24, ditulis KPK (8,12) = 24.
Tentukan KPK dari 40, 60, dan 80.
Jawab:
Misalkan himpunan-himpunan kelipatan positif dari 40, 50 dan 60 berturut-turut adalah K40, K60, dan K80.
K40 = {40, 80, 120, 160, 200, 240, 280, 320, 360, 400, 440, 480,}
K60 = {60, 120, 180, 240, 300, 360, 420, 480,....}
K80 = {80, 160, 240, 320, 400, 480,...}
Himpunan kelipatan persekutuannya adalah
K8   =  K12  = {240, 480, 720,....}
Karena bilangan terkecil dari K40  K60  K80 adalah 240, KPK dari 40, 60 dan 80 adalah 240 dan ditulis
KPK (40, 60, 80) = 240

Metode Faktorisasi Prima
Metode irisan himpunan untuk menentukan KPK sering kali terlalu panjang, khususnya ketika digunakan untuk menentukan KPK dari tiga atau lebih bilangan-bilangan asli. Metode lain yang mungkin lebih efisien untuk menentukan KPK dari beberapa bilangan adalah metode faktorisasi prima. Jadi, KPK diperoleh dengan cara mengalikan semua faktor jika ada faktor dengan bilangan pokok yang sama, pilih pangkat yang tertinggi. Adapun langkah menentukan KPK dengan metode faktorisasi prima adalah sebagai berikut :
Semua dari bilangan faktor dikalikan
Apabila ada yang sama ambilah yang terbesar, apabila keduanya sama ambil dari salah satunya

















Contoh :
Carilah KPK dari 8, 12 dan 30 !
Buat pohon faktor KPK nya


Faktor Prima :   2x2x2 = 23        2x2x3 = 22 x 3                2 x 3 x 5
dari ketiga faktor 8,12 dan 30 kita hanya menemukan 3 bilangan yaitu 2, 3 dan 5
faktor 2 yang terbesar àdalah 23    
faktor 3 nilainyà sama untuk 12 dan 30 makà ambil salah satunyà yaitu 3
faktor 5 ada 1 àmbil nilai 5

sehingga didapat KPK dari 8, 12 dan 30 adalah 23 x 3 x 5 = 120

Apabila A adalah himpunan kelipatan positif dari 5, yaitu A =  dan B adalah kelipatan positif dari 3; yaitu B =  maka irisan A dan B, yaitu A  B =  adalah himpunan semua kelipatan persekutuan dari 5 dan 3. Secara formal kelipatan persekutuan dan kelipatan kelipatan persekutuan terbesar (KPK) didefinisikan sebagai berikut.
Definisi I
Bilangan-bilangan bulat a1,a2,a3,...,an masing-masing tidak nol memiliki kelipatan persekutuan b, jika ai(b untuk setiap = 1,2,3,...,n.
Kelipatan persekutuan bilangan-bilangan bulat a1,a2,a3,...,an selalu ada, misalnya (a1,a2,a3,...,an) =
Definisi II
Apabila a1,a2,a3,...,an adalah bilangan-bilangan bulat yang tidak nol, maka kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari bilangan bulat positif terkecil diantara kelipatan-kelipatan persekutuan a1,a2,a3,...,an.
KPK dari a1 dan a2 dinyatakan (a1,a2) dan KPK dari a1,a2,a3,...,an dinyatakan (a1,a2,a3,...,an). Perhatikan contoh diatas, [3,5] yaitu KPK dari 3 dan 5 adalah 15, maka setiap kelipatan persekutuan dari 3 dan 5 selalu terbagi oleh 15. Hal ini secara umum dinyatakan dalam beberapa teorema.

Teorema
Teorema I
Jika b suatu kelipatan persekutuan dari a1,a2,a3,...,an maka (a1,a2,a3,...,an) ( b. Dengan kata lain, teorema ini menyatakan bahwa jika h adalah KPK dari a1,a2,a3,...,an yaitu h = (a1,a2,a3,...,an) maka 0,h,2h,3h,... masing-masing merupakan kelipatan persekutuan dari a1,a2,a3,...,an. Bilangan b itu adalah salah satu dari kelipatan-kelipatan h itu.
Bukti:
Misalkan (a1,a2,a3,...,an) = h, maka harus ditunjukan bahwa h(b. Andaikan h b, maka ada q dan r sehingga b = hq + r dengan 0 < r < h.
Karena b suatu kelipatan persekutuan a1,a2,a3,...,an, maka a1( b untuk setiap i = 1,2,3,...,n. h = [a1,a2,a3,...,an] maka ai( h untuk setiap i = 1,2,3,..., n. dari b = hq + r dengan 0 < r < h, karena a1( b dan a1( h maka a1( r, yaitu r kelipatan persekutuan dari a1,a2,a3,...,an. hal ini bertentangan dengan r < h, karena h kelipatan persekutuan terkecil. Maka pengandaian tersebut salah, berarti h ( b yaitu r kelipatan persekutuan dari a1,a2,a3,...,an. Hal ini bertentangan r < h, karena h kelipatan persekutuan terkecil. Maka pengandaian tersebut salah, berarti h ( b yaitu [a1,a2,a3,...,an] ( b.
Perhatikan bahwa [3,5] = 15 dan [2.3,2.5] = 30. Nampak bahwa 2[3,5] = [2.3,2.5]. secara formal hal ini dinyatakan sebagai berikut.
Teorema II
Jika m > 0 maka [ma, mb] = m[a,b]
Bukti:
Misalkan [a,b] = d, maka a ( d dan b ( d. Sehingga am ( dm dari bm ( dm. Jadi dm adalah kelipatan persekutuan dari am dan bm. Selanjutnya menurut teorema 3.16, [am,bm] ( dm. [am,bm] adalah kelipatan ma, maka (am,bm) kelipatan m, misalkan [am,bm] = pm. Karena [ma,mb] ( dm berarti bm ( dm, sehingga p ( d [ma,mb] = pm maka ma ( pm dan mb ( pm, sehingga a ( p dan b ( p.a ( p dan b ( p maka [a,b] ( p. Karena [a,b] = d maka d (p.p ( d dan d ( p maka haruslah p = d, berarti pm = dm.
Jadi [ma,mb] = m [a,b].
Selanjutnya hubungan FPB dan KPK dua bilangan bulat sebarang. Misalkan a dan b adalah bilangan-bilangan bulat positif yang saling prima, yaitu (a,b) = 1, maka [a,b] = ab. Hal itu ditunjukkan demikian.
[a,b] adalah kelipatan a, misalnya [a,b] = ka. [a,b] = ka maka b ( k.b (  k maka b k sehingga ab  ak, karena a positif. Tetapi tak mungkin ab < ak, karena ak adalah KPK dari a dan b. Sehingga ab = ak. Karena ak = [a,b] maka [a,b] = ab. Jadi jika (a,b) = 1 maka [a,b] = ab. Bagaimana jika (a,b) = d dengan d > 1 ? ingat teorema 3,9 yaitu jika (a,b) = d maka (a:d, b:d) = 1. Dengan penurunan yang sejalan dapat diperoleh bahwa [a:d, b:d] = (a:d)(b:d). Karena [a:d,b:d]. 1 = (a:d)(b:d) maka [a:d, b:d](a:d,b:d) = (a:d)(b:d). Jika kedua ruas dari persamaan terakhir dikalikan d2, maka diperoleh
[a,b](a,b) = ab
Uraian ini dinyatakan sebagai teorema berikut ini.
Teorema III
Apabila a dan b bilangan-bilangan bulat positif maka [a,b](a,b) = ab.
Contoh :
Jika n bilangan bulat positif maka (n,n+1) = 1. Maka [n,n+1] = n(n+1).
(6,-10) = 2. Kelipatan-kelipatan persekutuan dari 6 dan -10 adalah : ...,-60,-30,0,30,60,.... KPK dari 6 dan -10 adalah 30, yaitu [6,-10] = 30.[6,-10](6,-10) = 30.2 = 60.
Padahal 6(-10) = -60. Ingat bahwa teorema 3.18 hanya berlaku untuk bilangan-bilangan bulat positif a dan b.
Sehingga contoh (2) itu haruslah
[a,b](a,b)=ab
Teorema 3.18 mempermudah kita dalam memudahkan KPK dua bilangan a dan b yaitu
[a,b] = ab/(a,b)


















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) adalah anggota terkecil dari anggota himpunan kelipatan persekutuan. Metode untuk Menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) diantaranya adalah dengan menggunakan metode Irisan Himpunan dan Faktorisasi Prima.
Definisi kelipatan persekutuan dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari bilangan-bilangan bulat :
a1,a2,a3,...,an masing-masing tidak nol memiliki kelipatan persekutuan b, jika ai(b untuk setiap = 1,2,3,...,n.
Apabila a1,a2,a3,...,an adalah bilangan-bilangan bulat yang tidak nol, maka kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari bilangan bulat positif terkecil diantara kelipatan-kelipatan persekutuan a1,a2,a3,...,an.
Adapun teorema KPK diantaranya :
Jika b suatu kelipatan persekutuan dari a1,a2,a3,...,an maka (a1,a2,a3,...,an) ( b.
Jika m > 0 maka [ma, mb] = m[a,b]
Apabila a dan b bilangan-bilangan bulat positif maka [a,b](a,b) = ab.

Saran
Disarankan bagi pembaca agar sekiranya tidak hanya berpatokan pada hasil penyusunan makalah kami, sebab dalam penyusunan makalah kami pasti tidak luput dari kecerobohan dan kesalahan, maka dari itu kami selaku penyusun memohon kritik dan saran yang membangun.

Ukhuwah islamiyah

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian dan hakikat ukhuwah islamiyah
Pengertian ukhuwah islamiyah
Kata ukhuwah  berasal dari bahasa arab yang kata dasarnya adalah akh yang berarti saudara, sementara kata ukhuwah berarti persaudaraan. Adapun secara istilah ukhuwah islamiyah persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara seakidah. Dengan adalah kekuatan iman dan spiritual yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa yang menumbuhkan perasaan kasih sayang, berukhuwah akan timbul sikap saling menolong, saling pengertian dan tidak menzhalimi harta maupun kehormatan orang lain yang semua itu muncul karena Allah semata.
Hakikat ukhuwah islamiyah
Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan berbagai perbedaan seperti warna kulit, suku, ras, golongan, bangsa dan lain sebagainya. Namun hal tersebut bukanlah menjadi pemicu yang dapat digunakan untuk memecah belah persatuan yang ada. Dengan adanya Ukhuwah Islamiyah maka akan tercipta kekuatan iman dan spiritual yang dikaruniakan Allah SWT kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa sehingga menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara seakidah. Adapun Hakikat Ukhuwah Islamiyah antara lain:
Ukhuwah Islamiyah merupakan nikmat Allah
Sebagaimana dalam Al-qur’an Surat Ali Imron ayat 103, Allah SWT berfirman: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Perumpamaan tali tasbih
Di dalam Al-qur’an Surat Az-Zukhruf ayat 67, Allah SWT berfirman:
Artinya: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”
Merupakan arahan Rabbani
Sebagaimana Allah SWT berfirman: Artinya: “Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Anfal: 63).
Merupakan cerminan iman
Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT berfirman: Artinya: “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”

Dasar hukum dan bentuk ukhuwah islamiyah
Ukhuwah didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadist yakni pada QS. Al-Hujrat ayat 10 dan QS. Ali Imran Ayat 103 serta pada Hadist Bukhari dan Muslim.
إِنَّمَا الْمًؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ  وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian,  dan bertakwalah kalian  kepada Allah supaya kalian  mendapatkan rahmat.” (QS al-Hujurat :10).
واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً  فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُم فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara.” (QS. Ali Imran :103).

مَثَلُ الْمُؤْ مِنِينَ فِى تَوَ ادَّهِمْ وَ تَرَاحُمِهِمْ وَ تَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌتَدَاعَى لَهُ سَا ئِرُ لْجَسَدِ بِا لسَّهَرِ وَا لْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad, jika salah satu anggotanya menderita sakit, maka seluruh jasad juga merasakan (penderitaannya) dengan tidak bisa tidur dan merasa panas.” (HR. Bukhari dan Muslim).

الْمُسْلِمُ أَخُو لْمُسْلِمِ لَايَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِى حَا جَةِ أَخَيَهِ  كَانَ اللهُ فِى حا جَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَن مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَتً مِنْ كرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَة
 “Orang muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak akan menganiayanya dan tidak akan menyerahkannya (kepada musuh). Barang siapa ada didalam keperluan saudaranya maka Allah ada didalam keperluannya. Barangsiapa menghilangkan suatu kesukaran dari orang muslim, maka Allah akan menghilangkan satu kesukaran-kesukaran yang ada pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Adapun bentuk ukhuwah Islamiyah diantaranya:
ukhuwah ‘ubudiyyah, yakni persaudaraan karena sesama makhluk yang tunduk kepada Allah. Allah Swt berfirman, “Dan tidaklah (jenis binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya) kecuali umat-umat juga seperti kamu,” (QS al-An’am [6]: 38).
ukhuwah insaniyyah atau basyariyyah, yakni persaudaraan karena sama-sama manusia secara keseluruhan tanpa membedakan ras, agama, suku dan aspek-aspek kekhususan lainnya. Hal ini didasarkan pada firman Allah, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,” (QS al-Hujurat [49]: 13).
ukhuwwah wathaniyyah wa an-nasab, yaitu bentuk persaudaraan yang diikat oleh jiwa nasionalisme tanpa membedakan agama, suku, warna kulit, adat istiadat, serta aspek lainnya. (QS al-Hujurat [49]: 13). Mengingat pentingnya menjalin hubungan kebangsaan dilandaskan pada sabda Rasulullah yakni “Hubbui wathon minal iman” yang artinyya cinta sesame saudara setanah air termasuk sebagian dari iman.
ukhuwah diniyyah, yakni persaudaraan karena seagama (Ukhuwwah fi din al-Islam). Islam menyatakan bahwa umat Islam, dengan latar belakang yang berbeda, baik suku, etnis, keturunan, warna kulit, bahasa dan lain sebagainya adalah bersaudara. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat,” (QS al-Hujurat [49]: 10).

Hikmah dan Manfaat Ukhuwah Islamiyah
Ada beberapa hikmah yang harus kita ambil pelajaran untuk menjalin ukhuwah islamiyah dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga Allah SWT senantiasa menurunkan berkah didunia ini antara lain :
Terciptanya solidaritas yang kuat antara sesama muslim dengan adanya saling tepa selira, merasakan kebahagiaan ketika orang lain bahagia dan meresakan kesedihan ketika orang lain ditimpa musibah, akan membuahkan sikap solidaritas yang kuat diantara sesame muslim. Seorang muslim akan lebih peduli dan memberikan perhatian yang lebih kepada saudaranya sesame muslim. Dari sikap inilah Islam dan kaum muslimin akan makin kuat dalam berbagai hal, termasuk secara ekonomi sehingga terhindar dari jurang kemiskinan.
Terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa apabila seorang muslim mampu memberikan kasih sayang terhadap muslim lainnya, dan kasih sayang itu diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, kita akan merasakan betapa nikmatnya kebersamaan sebagai umat Islam dan bangsa yang kuat dan kukuh dan tidak muda di adu domba yang sarat akan perpecahan. Apalagi dengan sikap ikhlas karena mengharap ridha Allah.
Terciptanya kerukunan hidup antara sesama warga masyarakat. Apabila seorang muslim mampu menghargai dan menghormai orang laindalam berbagai hal, termasuk menghormati dan menghargai terhadap adanya perbedaan, baik dalam hal bahasa, budaya, maupun pemahaman agama yang sarat akan perbedaan mazhab dan pendapat, kita akan merasakan betapa nikmatnya hidup rukun dalam sebuah perbedaan yang dibingkai atas dasar ukhuwah Islamiyah dengan menganggap perbedaan sebagai rahmat atas kasih sayang Allah kepada semua hamba-Nya.

Problematika dalam berukhuwah dan upaya dalam mempererat ukhuwah islamiyah.
Sekalipun Islam sangat menganjurkan agar setiap muslim memelihara dan menguatkan ukhuwah islamiyah akan tetapi persoalan ukhuwah acapkali menjadi persoalan yang mewarnai kehidupan umat. Terganggunya ukhuwah islamiyah kadang-kadang selain disebabkan oleh masalah-masalah sosial, ekonomi dan politik akan tetapi tidak jarang juga disebabkan oleh adanya perbedaan-perbedaan pendapat dalam soal-soal keagamaan yang terwujud ke dalam sikap untuk bergolong-golong berkotak-kotak. Sehingga timbul anggapan bahwa ukhuwah di batasi oleh skat kelompok dan golongan.
Salah satu contoh kasus yaitu pecah belah ala RAND Corporation. Sadar atau tidak, munculnya banyak persekusi (perburuan) dan pembubaran pengajian oleh ormas yang mengklaim penjaga Pancasila, NKRI dan kebhinekaan sudah mengarah pada perpecahan di kalangan umat Islam. Inilah hasil nyata dari upaya adu-domba dari para pihak yang anti Islam.
Jika ditelusuri, upaya adu domba antar umat Islam ini boleh jadi dipicu oleh upaya pengelompokan umat Islam secara massif akhir-akhir ini. Ini tidak terlepas dari strategi global atas negeri-negeri Islam termasuk Indonesia yang  direkomendasikan oleh Rand Corporation (RC) yang merupakan lembaga think-thank (gudang pemikiran) neo-conservative AS yang banyak mendukung kebijakan Gedung Putih.
Dalam Dokumen RC berjudul “Building Moderate Muslim Networks”, juga dalam dokumen RC berjudul “Civil Democratic Islam Partners, Resources and Strategies,” yang diterbitkan tahun 2007 ini, langkah pertama upaya pecah-belah adalah dengan melakukan pengelompokan umat Islam menjadi empat: kelompok fundamentalis (radikal), kelompok tradisionalis, kelompok modernis (moderat) dan kelompok sekular.
Rekomendasi RC berikutnya adalah “politik belah bambu”, yakni mengangkat satu pihak dan menginjak pihak lain. Untuk memenangkan kelompok moderat, misalnya, dipropagandakanlah “gerakan melawan radikalisme”. Berikutnya adalah membentrokkan antarkelompok tersebut. Di dalam negeri, upaya itu tampak jelas dari upaya membentrokkan NU yang dikenal tradisionalis dengan ormas Islam yang dicap sebagai fundamentalis (radikal). Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mempererat Ukhuwah Islamiyah, yaitu:
Ta’aruf (saling mengenal). Dengan adanya interaksi satu dengan yang lain akan dapat lebih mengenal karakter individu. Perkenalan meliputi penampilan fisik (Jasadiyyan) pengenalan pemikiran (Fikriyyan), mengenal kejiwaan (Nafsiyyan) yang ditekankan kepada upaya memahami kejiwaan, karakter, emosi, dan tingkah laku.
Tafahum (saling memahami). Maksudnya saling memahami kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan masing-masing. Sehingga segala macam kesalahpahaman dapat dihindari.
Ta'âwun (saling membantu), yakni dalam kebajikan dan ketakwaan, bukan dalam dosa dan permusuhan (QS al-Maidah [5]: 2).
Takaful (saling menanggung/senasib sepenanggungan/ saling memberi jaminan). Dengan adanya tafakul akan menumbuhkan rasa aman, tidak ada rasa khawatir dan kecemasan untuk menghadapi kehidupan.
Ri'âyah dan Tafâqud (respek satu sama lain). Jika saudaranya membutuhkan bantuan, tanpa diminta segera bergegas memberikan bantuannya sesuai dengan kemampuannya. Termasuk dalam pengertian ri'âyah dan tafâqud adalah menutupi aibnya serta berusaha menghilangkan rasa cemasnya.
Tanâshur (saling menolong). Tanâshur memiliki makna antara lain: tidak menjerumuskan saudaranya pada sesuatu yang buruk; mencegah saudaranya agar tidak tergelincir dalam tindak dosa dan kejahatan; menolong saudaranya menghadapi setiap orang yang menghalangi dirinya dari jalan kebenaran, hidayah dan dakwah; memberikan pertolongan kepada orang yang dizalimi maupun yang menzalimi (mencegah perbuatan zalim)

Asas-asas ilmu lingkungan

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Inti permasalahan lingkungan hidup pada hakekatnya adalah ekologi yakni hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungannya. Ilmu lingkungan itu sendiri merupakan salah satu ilmu yang mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari jasad hidup termasuk manusia dengan lingkungannya.
Asas di dalam suatu ilmu pada dasarnya merupakan penyamarataan kesimpulan secara umum, yang kemudian digunakan sebagai landasan untuk menguraikan gejala atau fenomena dan situasi yang lebih spesifik.
Asas di dalam suatu ilmu yang sudah berkembang digunakan sebagai landasan yang kokoh dan kuat untuk mendapatkan hasil, teori dan model seperti pada ilmu lingkungan. Untuk menyajikan asas  dasar ini dilakukan dengan mengemukakan kerangka teorinya terlebih dahulu, kemudian setelah dipahami pola dan organisasi pemikirannya baru dikemukakan fakta-fakta yang mendukung dan didukung, sehingga asas-asas disini sebenarnya merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain (sesuai dengan urutan logikanya).
Rumusan Masalah

Apa sajakah asas-asas dalam ilmu lingkungan ?
Bagaimana contoh nyata setiap asas dalam ilmu lingkungan terhadap pengelolaan lingkungan ?

Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini yaitu:
Mahasiswa diharapkan dapat menyebutkan asas-asas dalam ilmu lingkungan.
Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan setiap asas dalam ilmu lingkungan melalui contoh nyata dalam pengelolaan lingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN


Asas-Asas Dalam Ilmu Lingkungan
Asas 1
“ Semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk yang lain, tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan atau diciptakan.”
Asas 1 ini disebut juga dengan hukum konservasi energi, dalam ilmu fisika sering disebut sebagai hukum termodinamika pertama. Asas ini menerangkan bahwa energi dapat diubah, dan energi yang memasuki jasad hidup, populasi ataupun ekosistem dianggap sebagai energi yang tersimpan ataupun yang terlepaskan, sehingga dapat dikatakan bahwa sistem kehidupan sebagai pengubah energi.
Asas 2
“ Tak ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efisien. ”
Asas ini  sama dengan hukum termodinamika kedua dalam ilmu fisika. Hal ini berarti meskipun energi itu tidak pernah hilang, namun demikian energi tersebut akan diubah dalam bentuk yang kurang bermanfaat.
Efisiensi merupakan istilah yang dipergunakan untuk mengukur  pemanfaatan sumber daya masukan/Input dengan Output sebagai hasil sebuah proses. Proses yang dikatakan efisien apabila perbandingan Output/input semakin mendekati 100 persen. Asas ini menerangkan bahwa setiap pemakaian suatu bentuk atau unit energi tidak pernah tercapai efisiensi 100%.
Dalam proses perubahan satu bentuk energi menjadi bentuk energi yang lain selalu menghasilkan sisa yang disebut dengan entropi. Sisa terbut bentuknya dapat bermacam-macam contohnya panas, cadangan makanan (biji/kulit) padatumbuhan, sekresi setelah proses metabolisme.
Karena sifat energi yang kekal sebenarnya entropi tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk diubah menjadi bentuk energi lain, hanya saja tidak signifikan hasilnya sehingga kecenderungan kita manusia menganggapnya sebagai limbah/sesuatu yang tidak termanfaatkan.
Asas 3
“Materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman, semua termasuk kategori sumber alam”.
Materi dan energi sudah jelas termasuk kedalam sumber alam. Ruang yang dimanfaatkan oleh organisme hidup untuk hidup, berkembang biak. Dapat dianalogkan dengan materi dan energi karena dibutuhkan, sehingga secara asas termasuk katagori sumber alam. Begitu pula dengan waktu, meskipun tidak dapat berdiri sendiri, namun termasuk kategori sumber alam karena berapa waktu yang dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk mendapatkan makanan. Keanekaragaman juga termasuk ke dalam kategori sumber alam, karena apabila suatu spesies hanya memakan satu spesies saja akan mudah terancam punah, namun apabila makanannya beranekaragam dia akan mampu “survive”.
Sumber alam didefinisikan sebagai segala sesuatu yang memiliki potensi untuk diproses, dimanfaatkan dan diolah yang berasal dan tersedia dari alam.Sumber alam menurut penggunaan dibagi menjadi 2 jenis yaitu sumber alam yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui. Materi, Energi, Ruang, Waktu danKeanekaragaman semua termasuk sumber alam.
Asas 4
“ Untuk semua kategori sumber alam, kalau pengadaanya sudah optimum, pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan dengan penambahan  sumber alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tak ada pengaruh yang menguntungkan lagi.”
Untuk semua kategori sumber alam (kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampaui batas maksimum, bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Ini adalah asas penjenuhan. Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumber alam yang sudah mendekati batas maksimum.
Pada asas ini mempunyai arti bahwa pengadaan sumber alam mempunyai batas optimum, yang berarti bahwa batas maksimum maupun minimum sumber alam akan mengurangi daya kegiatan sistem biologi. Dari sini dapat ditarik suatu arti yang penting, yaitu karena adanya ukuran optimum pengadaan sumber alam  untuk populasi, maka naik turunnya jumlah individu populasi itu tergantung pada pengadaan sumber alam pada jumlah tertentu.
Asas 5
“ Ada dua jenis sumber alam dasar, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tidak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut. ”
Pada asas ini ada dua hal  penting, pertama jenis sumber alam yang tidak dapat menimbulkan rangsangan untuk penggunaan lebih lanjut, sedangkan kedua sumber alam yang dapat menimbulkan rangsangan untuk dapat digunakan lebih lanjut.
Asas 6
“Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan dari pada sainganya, cenderung berhasil dalam mengalahkan sainganya itu.”
Asas ini memberikan pemahaman bahwasanya mahluk hidup yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya akan lebih kuat untuk melangsungkan kehidupan dan keturunanya dibandingkan dengan mahluk hidup yang lemah adaptasinya. Dengan adaptasinya yang kuat kemudian mampu berkembang biak meningkatkan jumlah populasinya yang akan menekan jumlah populasi yanglebih kecil sebagai konsekuensi persaingan dalam memperebutkan makanan. Atau dalam hal mekanisme/teknik mahluk hidup tersebut beradaptasi mempertahankan diri dari pemangsanya dimana mahluk hidup yang tidak mampu mempertahankan diri akan punah dengan sendirinya.
Asas 7
“ Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah diramal. ”
Pada asas ini arti kata “mudah diramal” ialah adanya keteraturan yang pasti pada pola faktor lingkungan dalam suatu periode yang relatif lama. Adanya fluktuasi turun-naiknya kondisi lingkungan, besar-kecilnya fluktuasi, dan dan sukar-mudahnya untuk diramal berbeda untuk semua habitat. Sehingga diharapkan pada setiap lingkungan adanya penyebaran spesies yang berbeda-beda kepadatannya. Apabila terjadi perubahan lingkungan sedemikian rupa, maka akan terjadi perubahan pengurangan individu yang sedemikian rupa sampai pada batas yang membahayakan individu-individu spesies tersebut.
Lingkungan yang stabil secara fisik merupakan lingkungan yang mempunyai jumlah spesies yang banyak, dan mereka dapat melakukan penyesuaian terhadap lingkungannya tersebut (secara evolusi). Sedangkan lingkungan yang tidak stabil adalah lingkungan yang dihuni oleh spesies yang jumlahnya relatif sedikit.
Menurut Sanders (1969) bahwa komunitas fauna dasar laut mempunyai keanekaragaman spesies terbesar, hal ini dijumpai pada habitat yang sudah stabil sepanjang masa dan lama. Kemudian diinterpretasikan oleh Slobodkin dan Sanders (1969) sebagai pengaruh lingkungan yang mudah diramal (stabil). Maksudnya ialah semakin lama keadaan lingkungan dalam kondisi yang stabil, maka semakin banyak keanekaragaman spesies yang muncul disitu sebagai akibat berlangsungnya proses evolusi. Menurut Pilelou (1969) keadaan iklim yang stabil sepanjang waktu yang lama, tidak saja melahirkan keanekaragaman spesies yang tinggi, tetap juga akan menimbulkan keanekaragaman pola penyebaran kesatuan populasi.
Asas 8
“ Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. ”
Pada asas ini menyatakan bahwa setiap spesies mempunyai nicia tertentu, sehingga spesies-spesies tersebut dapat berdampingan satu sama lain tanpa berkompetisi, karena satu sama lain mempunyai kepentingan  dan fungsi yang berbeda di alam. Tetapi apabila ada kelompok taksonomi yang terdiri atas spesies dengan cara makan serupa, dan toleran terhadap lingkungan yang bermacam-macam serta luas, maka jelas bahwa lingkungan tersebut hanya akan ditempati oleh spesies yang keanekaragamannya kecil.
Asas 9
“ Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomassa dibagi produktivitas. ”
Pada asas ini menurut Morowitz (1968) mengatakan bahwa adanya hubungan antara biomassa, aliran energi dan keanekaragaman dalam suatu sistem biologi.
Asas 10
“ Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomassa dengan produktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimptut. ”
Dalam asas ini dapat disimpulkan bahwa sistem biologi mengalami evolusi yang mengarah kepada peningkatan efisiensi penggunaan energi dalam lingkungan fisik yang stabil, yang memungkinkan berkembangnya keanekaragaman. Dengan kata lain kalau kemungkinan produktivitas maksimum sudah ditetapkan oleh energi matahari yang masuk kedalam ekosistem, sedangkan keanekaragaman dan biomassa masih dapat meningkat dalam perjalanan waktu, maka jumlah energi yang tersedia dalam sistem biologi itu dapat digunakan untuk menyokong biomassa yang lebih besar.
Apabila asas ini benar, maka dapat diharapkan bahwa dalam komunitas yang sudah berkembang lanjut pada proses suksesi, rasio biomassa produktivitas akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan komunitas yang masih muda. Pada kenyataan di alam memang demikian, sebab spesies bertambah, dan ditemukan pula tumbuhan berkayu sehingga diperoleh stratifikasi.
Asas 11
“ Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum mantap (belum dewasa). ”
Arti dari asas ini adalah  pada ekosistem, populasi  yang sudah dewasa memindahkan energi, biomassa, dan keanekaragaman tingkat organisasi ke arah yang belum dewasa. Dengan kata lain, energi, materi dan keanekaragaman mengalir melalui suatu kisaran yang menuju ke arah organisasi yang lebih kompleks, atau dari subsistem yang lebih rendah keanekaragamannya ke subsistem yang lebih tinggi keanekaragamannya.

Asas 12
“Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat tergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan. ”
Asas ini merupakan kelanjutan dari asas 6 dan 7. Apabila pemilihan (seleksi) berlaku, tetapi keanekaragaman terus meningkat di lingkungan yang sudah stabil, maka dalam perjalanan waktu dapat diharapkan adanya perbaikan terus-menerus dalam sifat adaptasi terhadap lingkungan. Jadi, dalam ekosistem yang sudah mantap dalam habitat (lingkungan ) yang sudah stabil, sifat responsive terhadap fluktuasi faktor alam yang tak terduga ternyata tidak diperlukan. Yang berkembang justru adaptasi peka dari perilaku dan biokimia lingkungan sosial dan biologi dalam habitat itu.
Evolusi pada lingkungan yang sukar ditebak perubahan faktor alamnya cenderung memelihara daya plastis anggota populasi. Sedangkan evolusi pada lingkungan yang mantap, beranekaragam secara biologi cenderung menggunakan kompleksitas itu untuk bereaksi terhadap kemungkinan beraneka-macam perubahan.

Asas 13
“ Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap, yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh lagi. ”
Asas ini merupakan penjabaran dari asas 7, 9 dan 12. Pada komunitas yang mantap, jumlah jalur energi yang masuk melalui ekosistem meningkat, sehingga apabila terjadi suatu goncangan pada salah satu jalur, maka jalur yang lain akan mengambil alih, dengan demikian komunitas masih tetap terjaga kemantapannya. Apabila kemantapan lingkungan fisik merupakan suatu syarat bagi keanekaragaman biologi, maka kemantapan faktor fisik itu akan mendukung kemantapan populasi dalam ekosistem yang mantap dan komunitas yang mantap mempunyai umpan-balik yang sangat kompleks. Disini ada hubungan antara kemantapan ekosistem dengan efisiensi penggunaan energi.

Asas 14
“ Derajat pola keteraturan turun-naiknya populasi bergantung kepada jumlah keturunan  dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu. ”
Asas ini merupakan kebalikan dari asas ke 13, tidak adanya keanekaragaman yang tinggi pada rantai makanan dalam ekosistem yang belum mantap, menimbulkan derajat ketidakstabilan populasi yang tinggi.

Contoh Nyata Asas Ilmu Lingkungan Melalui Pengelolaan Lingkungan
Asas 1
Angin yang berhembus diubah menjadi energi listrik
Merupakan contoh dari asas hukum kekekalan energi yang terjadi. Sinar Radiasi dari matahari yang mengenai permukaan bumi diubah bentuk menjadi energi kalori (panas) yang kemudian memanaskan daratan dan lautan. Daratan memiliki massa lebih padat dibandingkan lautan sehingga temperatur di daratan akan lebih cepat meningkat meskipun dengan waktu pemanasan yang sama dengan lautan. Tempat yang lebih panas memiliki materi yang lebih renggang sehingga tekanan udaranya lebih rendah. Udara akan bergerak dari tempat yang bertekanan lebih tinggi (lautan) ke tempat udara yang bertekanan rendah (daratan)dengan demikian terjadilah hembusan angin.
Hembusan angin dimanfaatkan energi geraknya (energi kinetik) untuk mendorong kincir pembangkit listrik sehingga mampu menggerakan turbingenerator/dinamo. Dinamo adalah suatu alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik akibat perpaduan dua buah gaya yang terjadi yaitu gaya medan magnet (flux) dengan gaya gerak gulungan kabel (coil dan besi) padastator yang dihubungkan dengan cincin tembaga pada ujungnya sehingga terbentuklah energi listrik. Energi listrik ini yang kemudian dimanfaatkan lebih lanjut oleh manusia untuk diubah seterusnya menjadi berbagai macam bentuk- bentuk energi lain seperti energi panas, cahaya, suara dan sebagainya.
Proses fotosintesis pada tumbuhan
Salah satu contoh lainya dari asas hukum kekekalan energi adalah fotosintesis pada tumbuhan hijau yang memiliki klorofil. Fotosintesis adalah suatu proses perubahan energi radiasi sinar matahari diubah bentuk oleh klorofil (zathijau daun) menjadi energi kimia. Energi ini kemudian digunakan untuk mengubah unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O) dalamsenyawa air (H2O), Carbondioksida (CO2) menjadi Oksigen murni (O2), (H2O) air (berupa uap) dan glucose (CH2O) sederhana. Persamaan kimiawinya yaitu :CO2+2H2O(CH2O)+O2+H2O Sinar Matahari.
Dari persamaan diatas nampak bahwa kekekalan energi hanya dapatdiubah bentuk dan tidak dapat diciptakan. Fotosintesis hanyalah sebuah proses pengubahan materi yang terjadi di klorofil dengan bantuan sinar matahari berupa Energi radiasi melalui proses kimiawi penggabungan dan pemecahan senyawakimia alam. Pemanfaatan energi kimia ini kemudian ditransfer melalui proses makan memakan oleh mahluk hidup lain, proses respirasi menyerap O2 mengeluarkan CO2 serta proses sekresi akibat metabolisme. Pergerakan, pertumbuhan, dan perkembangbiakan pada mahluk hidup adalah hasil pemanfaatan energi kimia tersebut yang terjadi dalam tubuh individu spesies bersangkutan.
Asas 2
Pemanfaatan limbah domestik (sampah organik) untuk pupuk
Potongan sayur-sayuran yang sudah tidak dapat dimanfaatkan atau memang sengaja dipisahkan adalah contoh sangat mudah untuk menjelaskan asas ini. Seperti kita pahami bahwa transfer energi pada mahluk hidup adalah melalui proses makan memakan, namun tidak semua perpidahan energi melalu proses ini di konsumsi secara keseluruhan. Terdapat bagian-bagian tertentu dari yang kita konsumsi itu sengaja disisakan karena tidak layak konsumsi misalkan, atau karena ketidaktahuan kita untuk bagaimana memanfaatkanya. Asas ini menerangkan bahwa Sisa energi tersebut dapat diubah atau dapat dimanfaatkan lebih lanjut. Untuk yang sifatnya organik dapat diurai dan diproses dengan bantuan bakteri (decomposer) pembusuk menjadi pupuk organik. Proses ini kemudian dimanfaatkan lebih lanjut oleh tumbuh-tumbuhan sebagai unsur hara yang membantu pertumbuhan dan perkembangan.
Dalam sistem biologi, energi yang dimanfaatkan baik oleh jasad hidup, populasi maupun ekosistem kurang efisien, karena masukan energi dapat dipindahkan  dan digunakan oleh organisme hidup yang lain.
Misalnya pada piramida makanan, tingkatan konsumen yang paling bawah mendapatkan asupan energi yang banyak,  sebaliknya konsumen paling atas hanya mendapatkan sedikit, disamping itu pada setiap tingkatanpun energi tidak di manfaatkan secara efisien (banyak terbuang). Selain itu,  energi yang diambil oleh hewan untuk keperluan hidupnya adalah dalam bentuk makanan padat yang bermanfaat. Tetapi panas yang keluar dari tubuh hewan karena lari, terbang, atau berenang terbuang tanpa guna.
Energi yang dapat dimanfaatkan oleh kita seperti tumbuhan, hewan, ikan dsb., itu termasuk kategori sumber alam, namun demikian apakah sumber alam ini dapat diukur manfaatnya dan apa batasan sumber alam tersebut. Sumber alam adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh organisme hidup, populasi, atau ekosistem yang pengadaannya hingga ke tingkat optimum atau mencukupi, sehingga akan meningkatkan daya pengubahan energi.
Asas 3
Pada ruang yang sempit bagi suatu populasi yang tingkat kepadatannya tinggi mungkin akan terjadi terganggunya proses pembiakan. Pada ruang yang sempit hewan jantan akan bertarung untuk mendapatkan betina sehingga pembiakan terganggu. Sebaliknya kalau ruang terlalu luas, jarak antar individu dalam populasi semakin jauh, kesempatan bertemu antara jantan dan betina semakin kecil sehingga pembiakan akan terganggu.
Ruang dapat juga memisahkan jasad hidup dengan  sumber  bahan makanan yang dibutuhkan, jauh dekatnya jarak sumber makanan akan berpengaruh terhadap  perkembangan populasi. Waktu sebagai sumber alam tidak merupakan besaran yang berdiri sendiri. Misal hewan mamalia di padang pasir, pada musim kering tiba persediaan air habis dilingkungannya, maka harus berpindah ke lokasi yang ada sumber airnya. Berhasil atau tidaknya hewan bermigrasi tergantung pada adanya cukup waktu dan energi untuk menempuh jarak lokasi sumber air.
Pengaruh waktu terhadap perkembangan tanaman kelapa sawit untuk menghasilkan tandan sawit. Tanaman kelapa sawit membutuhkan waktu 4 tahun sebelum akhirnya dimanfaatkan tandan buahnya yang mengandung minyak sawit. Waktu yang dibutuhkan tersebut dimulai semenjak bibit (tunas) ditanam hingga dapat berbuah merupakan sumber alam. Kelapa sawit memiliki waktu produktif untuk selalu menghasil tandan sawit setiap tahun yaitu berkisar 15 tahun hingga 25 tahun tergantung perawatan. Waktu yang dibutuhkan dalam menunggu sebuah kelapa sawit mulai berbuah dan waktu produktif dari kelapa sawit adalah contoh waktu.
Keanekaragaman juga merupakan sumber daya alam. Misal semakin beragam jenis makanan suatu spesies semakin kurang bahayanya apabila menghadapi perubahan lingkungan yang dapat memusnahkan sumber makanannya. Sebaliknya suatu spesies yang hanya tergantung satu jenis makanan akan mudah terancam bahaya kelaparan.
Asas 4
Pemanfaatan radiasi nuklir untuk memperoleh bibit tanaman unggul
Pemberian dosis atau kadar tertentu dalam memanfaatkan radiasi nuklir dalam memperoleh gen tumbuhan yang unggul merupakan contoh implikasi asas 4 dalam lingkungan. Energi radiasi nuklir merupakan sumber alam yang dapat di pergunakan oleh manusia dalam pemanfaatan memperoleh bibit unggul tanaman, namun di dalam pemanfaatanya haruslah terukur dan dalam dosis tertentu. Sebab apabila pemberian radiasi ini berlebihan akan mengakibatkan kerusakan struktur gen tanaman keseluruhan dan ini jelas sangat merugikan.
Kepadatan populasi manusia dalam suatu wilayah perkotaan
Wilayah perkotaan merupakan area yang diciptakan manusia sebagai tempat bernaungnya segala aktifitas manusia seperti tempat tinggal, bekerja, berbisnis, kegiatan sosial dan sebagainya. Kepadatan populasi yang berlebihan dalam suatu area akan menekan daya dukung sumber alam disekitarnya misalkan sumber tanah, air, makanan, udara. Sesuai dengan asas lingkungan ke 4 kepadatan populasi ini bila tidak segera diatasi dengan cara dibatasi jumlahnya akan berdampak merusak baik untuk manusia akibat persaingan yang kuat juga terhadap dampak lingkungan sekitar.
Asas 5
Suatu jenis hewan sedang mencari berbagai sumber makanan. Kemudian didapatkan suatu jenis tanaman yang melimpah di alam, maka hewan tersebut akan memusatkan perhatiannya kepada penggunaan jenis makanan tersebut. Dengan demikian, kenaikan sumber alam (makanan) merangsang kenaikan pendayagunaan.
Asas 6
Burung Elang dalam upaya kelangsungan kehidupanya beradaptasi dengan indera penghliatan yang tajam serta kemampuan terbang tinggi mampu menempatkan sarangnya jauh dari hewan predator lain.
Burung elang merupakan hewan pemangsa/predator untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam memperoleh makanan dibekali dengan indera penghliatan yang tajam untuk meindentifikasi mangsanya dari atas udara yang jauh. Ini merupakan contoh adaptasi terhadap lingkungan untuk mempertahankan kelangsungan hidup memperoleh makanan. Adaptasinya yang lain ialah untuk menjaga keturunanya (anak burung elang) agar tidak dimangsa predator lain, selalu menempatkan sarangnya jauh di atas puncak-puncak gunung atau ujung pepohonan.
Ikan belut memiliki permukaan kulit luar yang halus dan mengandung lendir untuk mempertahankan diri dari tangkapan pemangsanya dan memudahkan dia menggali lubang dalam tanah sebagai tempat tinggal (berlindung).
Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya ikan belut dilengkapi mekanisme pertahanan dirinya dengan permukaan kulit yang halus dan berlendir. Adaptasi terhadap lingkungannya ini yang membuat ikan belut mampu berkembang biak dibandingkan dengan hewan lainya di komunitas air sungai. Dengan kulitnya ini pula ikan belut mudah menggali tanah pada tepian sungaisebagai tempatnya berlindung.
Asas 7
Keadaan iklim yang stabil dalam waktu yang lama tidak saja akan melahirkan keanekaragaman spesien yang tinggi, tetapi juga akan menimbulkan keanekaragaman penyebaran kesatuan populasi.
Asas 8
Burung dapat hidup dalam suatu keadaan lingkungan yang luas dengan spesies yang kurang beraneka ragam, karena burung mempunyai kemampuan menjelajah.
Tumbuhan dan serangga mempunyai gerakan terbatas, sehingga hanya dapat memanfaatkan bahan makanan disekitarnya. Oleh sebab itu tumbuhan dan serangga lebih responsif terhadap lingkungan terbatas dibandingkan dengan burung.
Tumbuhan dan serangga bila ada perubahan biokimia yang halus saja dapat menyebabkan perbedaan genetika dalam perjalanan evolusinya. Jadi dalam waktu yang lama keanekaragaman serangga dan tumbuhan meningkat, kemudian hidup dalam bentuk nicia suatu lingkungan.
Asas 9
Spesies bertambah dan terdapat juga tumbuhan dalam bentuk komunitas tumbuhan yang berlapis-lapis.
Asas 10
Apabila suatu masyarakat berkembang semakin maju, memang secara keseluruhan ada penurunan harga energi per unit produksi kotor nasional (gross national product), tetapi pada waktu yang sama produksi kotor nasional per kapita naik dengan sangat cepat, sehingga terdapat peningkatan pengeluaran energi per orang.
Asas 11
Kegiatan perekonomian sebuah negara maju mengeksploitasi Negara yang belum maju
Sebagai sistem perekonomian yang sudah beragam dan kompleks negaramaju memiliki kecenderungan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energinya. Oleh sebab itu, cara pandang negara maju sebagai sistem perekonomian yang sudah mantap senantiasa mencari sumber-sumber pengumpul energi/perekonomian yang belum mantap untuk dieksploitasi.
Populasi kera mengeksploitasi tanaman diperladangan
Kera yang biasa hidup di hutan (ekosistem yang sudah mantap) memanfaatkan ekosistem yang belum mantap disekitar hutan itu. Apabila area sekitar hutan terdapat perladangan baru yang ditanami misalkan dengan jagung, padi, ubi, singkong dan buah-buahan (minim keanekaragaman) maka tanaman perladangan itu menjadi sumber makanan yang mudah terhadap populasi kera.
Tenaga kerja dari ladang,kampung, kota kecil mengalir ke kota besar(metropolitan) karena keanekaragaman kehidupan kota besar melebihi tempat asalnya. Atau cendekiawan yang berasal dari daerah enggan kembali ke asalnya, karena taraf keanekaragaman penghidupan kota besar lebih tinggi dari daerah asalnya. Dengan demikian keahlian, bakat, tenaga kerja mengalir dari daerah yang kurang ke daerah yang lebih beraneka ragam corak penghidupannya.
Asas 12
Adaptasi secara tiba-tiba oleh serangga dan ikan yang berwarna semarak di daerah tropika yang kaya keanekaragaman.
Asas 13
Pengaruh Perubahan Distribusi Umur Hewan Ternak terhadap Komposis Tumbuhan di Padang Rumput
Perubahan komposisi spesies tumbuhan di padang rumput  tidak hanya disebabkan oleh perubahan komposisi spesies hewan saja, tetapi juga oleh distribusi umur hewan dalam spesies yang sama. Contohnya di Inggris barat laut (kawasan biri-biri). Di daerah ini masalah yang paling serius adalah terdapatnya penyebaran jenis rumput matgrass. Jenis rumput ini biasanya sebagai indikator jenis tanah miskin, sebagai akibat menurunnya kesuburan tanah di bukit. Tetapi kemudian jenis rumput ini menjadi umum dijumpai di padang rumput. Analisis kadar zat makanan yang terdapat pada matgrass dibandingkan dengan spesies rumput yang lain dalam padang rumput itu menunjukkan lebih rendah kadarnya hampir pada setiap zat makanan. Pada saat musim dingin, biri-biri dewasa memakan rumput ini hampir seluruh tumbuhan dapat tercabut sampai ke akar-akarnya, namun demikian sisa penyebaran rumput ini masih dapat terlihat di sela-sela batu atau di tepi dinding.
Sementara itu kebutuhan daging domba makin meningkat, menyebabkan distribusi dan komposisi umur domba itu berubah. Perubahan ini menunjukkan bahwa dalam populasi biri-biri itu terdapat lebih banyak biri-biri muda dan anak-anak dari pada yang dewasa, dan mereka ini memilih rumput lain sebagai bahan makanannya, tidak memilih matgrass. Akibatnya matgrass justru mendesak rumput lain yang mempunyai mutu makanan lebih baik, hasilnya matgrass tumbuh menyebar yang sebenarnya tidak diingini oleh manusia karena menurunkan produksi ternak.
Hal ini sebenarnya sudah diramalkan pada asas ke 13 ini, apabila manusia terlalu banyak mengambil hasil ternak, maka akan terjadi perubahan distribusi umur dalam populasi biri-biri itu, yang berakibat pada ketidak mantapan dalam lingkungan padang rumput. Hasilnya dapat menurunkan keanekaragaman distribusi umur dan ratio jantan/betina dalam populasi itu, dan akibat terakhir adalah menimbulkan ketidak mantapan pada populasi tumbuhan yang menjadi makanannya dan mengalami suksesi dari stabil menjadi tidak stabil. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dilakukan pemupukan tanah padang rumput dengan penambahan fosfat, hasilnya terjadi kenaikan produksi enam kali lipat.
Asas 14
Asas 14 mengemukakan kesan perlambatan yang beroperasi dalam sebuah populasi menghasilkan momentum yang kuat dan pola yang menentukan naik turunnya populasi. Manusia merupakan contoh terakhir yang dikuasai oleh perlambatan, dan bahkan populasinya tumbuh di luar batas kemampuan untuk menahannya, kecuali oleh kekuatan yang tersimpan dalam nilai peradaban manusia itu sendiri.
Populasi yang diatur dengan menggunakan suatu sistem sebab akibat yang kemudian menimbulkan kesan perlambatan, cenderung untuk memiliki keteraturan yang tinggi dalam pola turun naiknya populasi.  Keadaan populasi di wilayah tertentu sangat kuat dipengaruhi oleh sejarah atau keadaan masa lalu populasi dengan lingkungannya yang cenderung dapat mengatur populasi tersebut.
Contohnya populasi manusia, Ada dua mekanisme untuk mengarahkan populasi manusia untuk terus tumbuh :Daya kesuburan wanita, pada wanita muda, Populasi wanita muda pada populasi yang sedang tumbuh akan terus bertambah.Proses yang dapat membantu membatasi kecenderungan pertumbuhan populasi manusia adalah perkembangan ekonomi, pencemaran alam.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari empat belas asas yang telah dibahas, lima asas sangat penting dalam peradaban manusia  pada era teknologi modern. Hal ini karena kita sudah beranggapan bahwa ke lima asas tersebut tidak ada gunanya dan relevansinya untuk kepentingan manusia. Apabila kita tetap mengabaikan ke lima asas tersebut, malapetaka sudah menunggu  di masa yang akan datang.
Asas 3 mengatakan bahwa materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman semuanya adalah kategori sumber alam. Sungguhpun demikian banyak masalah manusia dewasa ini timbul, karena kegagalan manusia untuk menyadari bahwa ruang, waktu dan keanekaragaman adalah sama pentingnya dengan materi dan energi sebagai sumber alam. Sedemikian pentingnya, sehingga hambatan pembangunan akan timbul apabila manusia melalaikannya. Implikasi dari sistem ini adalah bahwa materi beredar atau melakukan siklus dalam ekosistemnya,  oleh karena itu harus diberikan cukup waktu untuk diubah kembali dari satu bentuk ke bentuk berikutnya pada saat menjalani siklusnya.
Contoh yang paling nyata adalah tumpukan sampah di kota besar, ini merupakan kelalaian manusia yang tidak memberikan waktu  dan kesempatan kepada mikroba pembusuk untuk melakukan fungsinya dalam proses resiklus materi. Jadi pada hakekatnya pencemaran alam merupakan gejala teknologi yang berlawanan dengan kehendak dan kemampuan alam.
3.2 Saran
Kami menyadari penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik pembaca agar penyusunan makalah kami kedepannya lebih baik lagi. Dan semoga makalah kami ini dapat bermanfaat baik bagi pembaca maupun kami sebagai penyusun.



Daftar Pustaka

Jabrik_Copet:Asas_Dasar_ ilmu_lingkungan
Energi_Indonesia_asas_ilmu_lingkungan_berjumlah_2014_beserta_aplikasinya_di_alam_dan_lingkungan _sekitar _kita
Asas-asas lingkungan pemahaman dan contoh implikasinya
Anank Mohamad asas-asas lingkungan dan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu lingkungan bab 3 asas dasar oleh Indra Gumay Yudha

Selasa, 28 November 2017

Makalah profesi kependidikan

MAKALAH
PROFESI KEPENDIDIKAN

OLEH:
KELOMPOK II
AFRIAN FIRMANSYAH
HARIANTI
NURHIKMAH
ERNA .S
RUSNIATI




SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
YAPIM MAROS
2017





KATAPENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-NYA sehingga kami diberi nikmat kesehatan,kekuatan dan yang paling penting nikmat kesempatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sebagai bahan dalam pemenuhan tugas kelompok matakuliah Profesi Kependidikan yang dibimbing oleh Bapak Muhajir S.Pd,M.Pd. Kami juga tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini yang berjudul “Profesi Kependidikan”.
Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,maka dari itu kami mengharap kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan kami dalam menyusun makalah dikemudian hari. Semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi pembaca maupun bagi kami sebagai penyusun.





Maros,23 September 2017

Penyusun










DAFTAR ISI

Halaman Sampul
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
BAB I PENDAHULUAN
Latar  belakang 1
Rumusan masalah 1
Tujuan 2
Manfaat 2
BAB II PEMBAHASAN
Ruang Lingkup Profesi Kependidikan 3
Peta Konsep 6
Pembentukan Kelompok Observasi dan Wawancara Anak Dengan Kebutuhan Khusus 6
Pengertian Profesi 14
Syarat-syarat Profesi 16
Profesi Keguruan 17
Syarat-syarat Profesi Keguruan 20
BAB III PENUTUP
Kesimpulan 22
Saran 23
Daftar Pustaka










BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan adalah investasi Sumber Daya Manusia (SDM) jangka panjang.Oleh Sebab itu, tidak heran apabila suatu Negara menempatkan Pendidikan sebagai variable utama dalam konteks pembangunan bangsa dan negaranya, termasuk di Negara Indonesia.Dalam konteks The Founding Father, tujuan kemerdekaan Indonesia adalah ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai isi Pembukaan Undang-undang dasar 1945. Dengan kata lain sudah tercipta sebuah komitmen mulia yang harus dilaksanakan Negara ini.
Dewasa ini pendidikan di Indonesia dihadapkan dengan beberapa permasalahan. Dalam Term of Reference EADC 2010 dengan Tema “Cerdas Indonesiaku” memaparkan bahwa rendahnya kualitas guru di Indonesia merupakan rangkaian dari rantai masalah pendidikan di Indonesia yang harus diberantas hingga ke akarnya. Hal ini berkaitan dengan peran guru yang merupakan komponen penting dalam dunia pendidikan yang berada di barisan terdepan.
Berangkat dari masalah di atas, penulis yang merupakan calon guru ingin membuka pikiran bahwa keprofesionalan harus tertanam kuat pada diri kita. Sudah selayaknya guru mempunyai kompetensi serta tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan profesinya, sehingga nasib pendidikan di Indonesia akan berubah kearah yang lebih baik.

B. Rumusan Masalah
Untuk mempermudah kita dalam memahami materi tentang Profesi Keguruan, penulis akan membuat rumusan masalah sebagai berikut :
Ruang lingkup profesi kependidikan
Peta konsep
Pembentukan kelompok observasi dan wawancara anak dengan kebutuhan khusus
Pengertian profesi
Syarat- syarat profesi
Profesi keguruan
Syarat- syarat profesi keguruan
C. Tujuan 
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :
Ruang lingkup profesi kependidikan
Peta konsep
Pembentukan kelompok observasi dan wawancara anak dengan kebutuhan khusus
Pengertian profesi
Syarat- syarat profesi
Profesi keguruan
Syarat- syarat profesi keguruan

D. Manfaat
Adapun manfaat yang diperoleh dari pembuatan makalah ini adalah dapat mengetahui ruang lingkup kependidikan, pengertian dan syarat profesi serta profesi keguruan dan syaratnya.

















BAB II
PEMBAHASAN

Ruang Lingkup Profesi Kependidikan 
Dalam profesi kependidikan ada beberapa hal yang dibahas diantaranya :
Profesionalisme keguruan
Pengajaran merupakan bagian profesi yang memiliki ilmu maupun teoritikal, keterampilan dan mengharapkan idiologi profesional tersendiri.oleh sebab itu, seseorang yang bekerja di institusi pendidikan dengan tugas mengajar jika diukur dari teori dan praktek tentang suatu pengetahuan yang mendasarinya, maka guru juga merupakan profesi sebagaimana profesi lainnya.
Otoritas profesional guru
Disiplin guru memiliki hubungan dengan anak didik, para guru melaksanakan tugasnya dengan penuh gairah, keriangan, kecekatan dan metode yang bervariasi dalam mendidik anak-anak.Penekanan tugas profesi kependidikan adalah memberi bantuan sampai tuntas (advocation) kepada anak didik, jadi guru yang profesional tidak hanya terkosentrasi pada materi pengajaran, tetapi juga memperhatikan situasi-situai tertentu.
Kebebasan akademik (academic freedom)
Kebebasan akademik adalah suatu kebebesan yang memberikan kebebasan bereaksi dalam suatu forum dalam lingkup kebenaran dan dalam kasus ini secara positis memiliki tanggung jawab keilmuan
Guru bekerja bukan atas tekanan kebutuhan muridnya, tetapi atas tuntunan profesional, dan ini adalah batas kebebebasan yang dimaksud.
Tanggung jawab moral (responsible) dan pertanggung jawaban jabatan (accountability)
Responsible maksudnya memiliki otoritas untuk mampu membuat suatu tanpa supervisi, sedangkan accaountability adalah tanggung jawab atau bisa dipertanggungjawabkan atas suatu tindakannya. Jadi penekananya adalah cara guru mempertanggungjawabkan keputusannya tentang apa yang diajarkan, kapan diajarkannya, dan bagaimana mengajarkannya berdasarkan otoritas profesionalnya sendiri sebagai perpaduan kompetensi disiplin, metode, dan pengajaran keilmuan.
Ruang lingkup profesi guru dapat pula di bagi ke dalam dua gugus (soedijarto, 1982), yakni;
Gugus pengetahuan dan penguasaan tekhnik dasar professional mencakup hal-hal berikut.
Pengetahuan tentang displin ilmu pengetahuan sebagai sumber bahan studi (structure, concepts and ways of knowing).
Penguasaan bidang studi sebagai objek belajar.
Pengetahuan tentang karakteristik/perkembangan belajar.
Pengetahuan tentang berbagai model teori belajar (umum maupun khusus).
Pengetahuan dan penguasaan berbagai proses belajar (umum dan khusus).
Pengetahuan tentang karakteristik dan kondisi sosial, ekonomi, budaya, politik         sebagai latar belakang dan konteks berlangsungnya proses belajar.
Pengetahuan tentang proses sosialisasi dan kulturasi.
Pengetahuan dan penghayatan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa.
Pengetahuan dan penguasaan berbagai media sumber belajar.
Pengetahuan berbagai jenis informasi kependidikan dan manfaatnya.
Penguasaan tekhnik mengamati proses belajar mengajar.
Penguasaan berbagai metode mengajar.
.Penguasaan teknik menyusun instrumen penilaian kemajuan belajar.
Penguasaan teknik perencanaan dan pengembangan program belajar mengajar.
Pengetahuan tentang dinamika hubungan interaksi antara manusia, terutama dalam proses belajar mengajar.
Pengetahuan tentang sistem pendidikan sebagai bagaian terpadu dari sistem sosial negara-bangsa.
Penguasaan teknik memperoleh informasi yang diperlukan untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.
Gugus kemampuan profesional, mencakup;
 Merencanakan program belajar mengajar;
1.Merumuskan tujuan-tujuan instruksional Menguraikan deskripsi satuan bahasa
2. Merancang kegiatan belajar mengajar
3. Memilih media dan sumber belajar
4. Menyususn instrumen evaluasi.
 Melaksanakan dan memimpin proses belajar mengajar;
1.Memimpin dan membimbing proses belajar mengajar
2.Mengatur dan mengubah suasana belajar mengajar
3.Menetapkan dan mengubah urutan kegiatan belajar.
 Menilai kemajuan belajar;
1.Memberikan skor atas hasil evaluasi
2.Mentrasformasikan skor menjadi nilai
3.Menetapkan rangking
 Menafsirkan dan memanfaatkan berbagai informasi hasil penilaian dan penelitian untuk memecahkan masalah profesional kependidikan.









Peta Konsep

















Pembentukan Kelompok Observasi dan Wawancara Anak Dengan Kebutuhan Khusus
Kelompok observasi
Pada tanggal 29 Mei 2015,jam 08.00WIB-selesai kelompok kami melakukan observasi di Yayasan Rehabilitasi Tuna Rungu Wicara,SLB.B YRTRW. Sekolah ini berada dijalan Gumunggung RT 01 RW 2,Gilingan Banjarsari. Sekolah ini berada dijalan perkampungan sehingga tidak begitu ramai Bangunan sekolah ini terdiri atas dua lantai, lantai pertama digunakan untuk ruang kelas dari jenjang TK hingga SD,juga ruang kepala sekolah,ruang guru,dan ruang tata usaha. Sedangkan lantai atas untuk ruang kelas jenjang SMP dan SMA. Ruang kelas digunakan untuk 2 jenjang sekaligus,yang hanya dipisahkan dengan sekat pembatas. Halaman sekolah ini juga tidak begitu luas,namun cukup untuk digunakan senam  para siswa.
Fokus observasi kelompok kami pada TK di SLB.B YRTRW .Disekolah tersebut hanya memiliki dua kelas untuk TK, dimana terdapat satu ruangan yang dibagi menjadi dua.Disetiap kelas terdapat satu guru yang menangani 3 – 5 murid.Didalam kelas terdapat berbagai gambar dan alat peraga.Didinding kelas siswa dapat memejang hasil karyanya.Orang tua siswa diperbolehkan menunggu didepan kelas, tapi tentu saja tidak mengganggu jalannya pembelajaran.Dalam mengajar guru menyampaikan dengan bahasa isyarat dan pengucapan yang tepat mengingat siswa merupakan anak berkebutuhan khusus.

Hasil Observasi
a). kebutuhan khusus yang dialami anak
Anak di SLB yang kami amati berkebutuhan khusus yaitu tuna rungu dan tuna wicara. Seseorang bisa dikatakan tuna rungu apabila seseorang itu tidak memiliki atau masih memiliki sisa pendengaran namun sedemikian rendahnya sehingga tidak bisa mendengar suara sebagaimana orang pada umumnya.Anak berkebutuhan khusus tuna rungu tidak bisa dipisahkan dengan anak berkebutuhan khusus tuna wicara.Karena tidak bisa mendengar suara, maka secara otomatis anak tuna rungu tidak bisa mengucapkan kata-kata jika tidak dilatih.Namun, belum tentu anak yang tuna wicara juga berkebutuhankhusus tuna rungu.Anak bisa mendengar suara tapi tidak bisa mengucapkan kata-kata secara jelas karena keterbatasan alat ucapnya.
Hambatan yang dialami oleh anak yaitu kesulitan atau ketidakmampuan anak dalam menerima informasi dari luar.Karena kesulitannya dalam menerima infomasi dari luar, maka anak mengalami kesulitan berkomunikasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru berbicara dengan anak menggunakan artikulasi yang jelas dan diulang-ulang serta menunjukkan atau memperagakan apa yang ingin guru sampaikan. Orang tua dirumah juga terus merangsang anak dengan lebih banyak berbicara dengan anak agar anak terlatih untuk memahami suatu kata.
Anak juga mengalami kesulitan dalam belajar.Dalam kegiatan belajar mengajar, anak mengalami kesulitan dalam menangkap kata-kata yang abstrak. Mungkin karena anak masih dalam rentang usia 2-7 yang kemampuan kognitifnya masih dalam tahap praoperasional konkret. Sehingga anak akan menunjukkan keinginanya dengan gambar dan kata-kata. Anak tidak sepenuhnya tidak bisa bicara, anak masih bisa mengeluarkan suara walaupun sedikit sambil tangannya mengisyaratkan sesuatu. Seperti yang kami amati ketika anak mengatakan sesuatu yang tidak begitu jelas sambil tangannya menunjuk pada sebuah toko lalu ia menarik tangan ibunya, dikira ibunya anak ingin jajan. Ternyata bukan makanan yang anak ini inginkan tetapi anak ini ingin dibelikan penghapus yang baru. Begitu salah satu cara dia menyatakan keinginaanya.
Karena kesulitan dalam pendengaran, terkadang guru sulit untuk menarik perhatian anak ketika pembelajaran.Padahal salah satu faktor yang mendukung dalam perkembangan bicara anak yaitu dengan memperlihatkan gerakan bibirnya ketika berbicara. Ketika anak tidak memperhatikan guru, guru akan semakin sulit dalam menyampaikan suatu informasi. Maka jika ada anak yang sedang tidak fokus, maka guru menghampirinya dan mengajaknya bicara agar anak bisa memperhatikan.Jumlah siswa TK di sekolah tersebut maksimal satu kelas ada 5 siswa, jadi guru lebih mudah dalam membimbing anak saat pembelajaran. 
Anak mengalami kesulitan dalam berbahasa.Anak berbicara dengan artikulasi yang kurang jelas dan terkadang kurang lancar dalam berbicara.Terkadang anak juga terbolak-balik dalam menyusun kat-kata. Anak akan lebih paham jika lawan bicaranya mengucapkan kata dengan jelas, menekankan gerakan bibirnya, pelan, dan dibantu dengan isyarat. Anak juga tidak bisa langsung paham jika diajak bicara, harus diulangi terus menerus.
b). Kegiatan belajar
Proses belajar-mengajar yang diterapkan disekolah tersebut terutama di TKLB menggunakan metode pengajaran yang tepat yaitu menggunakan TCL (Teacher Center Learning). Metode tersebut digunakan dengan maksud anak-anak yang memiliki kekurangan mental apabila dibiarkan dan menyuruhnya belajar sendiri maka yang terjadi mereka akan bermain-main dengan temannya dan tidak berkonsentrasi dalam belajar.Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berpusan kepada guru maka anak akan dibimbing guru untuk melakukan pembelajaran dikelas yang lebih efektif dan mampu berkonsentrasi. Guru juga dituntut untuk selalu focus terhadap anak karena perilaku anak yang selalu berubah dan tidak mudah dikendalikan.
Sebelum pembelajaran berlangsung dilakukan berdoa bersama untuk mengawali belajar, selanjutnya guru menannyakan tentang hari, tanggal, bulan dan tahun yang bertujuaan agar anak selalu mengenal akan nama-nama hari. Selanjunya kegiatan ini selama 2x30menit, pembelajaran ini dilakukan dengan mengambil beberapa tema yang telah ada dikurikulum yang diterapkan sekolah. Kegiatan akhir anak diajak unutk mengingat apa yang telah dipelajari selanjutnya berdoa sebelum pulang.Apabila anak tersebut melakukan sesuai apa yang diperintah guru maka anak tersebut akan mendapatkan reward dari guru seperti memberikan nilai yang baik, memberikan pujian dan sebaliknya apabila anak tersebut melakukan hal yang tidak baik maka guru harus selalu menegurnya dan mengarahkan untuk berperilaku yang baik.
Untuk mendukung terciptannya keefektifan pada saat belajar-mengajar diperlukan manajemen kelas yang se efektif mungkin mulai dari tata kelola kelas, adanya peraturan dalam penyelenggaraan kelas yang mendukung terciptanya kelas yang kondusif, guru dituntut untuk selalu mengawasi setiap anak agar dapat mengetahui perkembangan anak tersebut.Keaktifan anak juga selalu dikembangkan dengan menggunakan beberapa metode seperti melalui gambar dengan menjelaskan gambar tersebut.Menunjukkan benda nyata agar anak lebih mengenal menggunakan pengamatannya.Maka dari itu terjalinnya hubungan yang baik dengan guru juga menjadi kunci utama dalam belajar-mengajar. Guru sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar yang mengerti akan kebutuhan anak untuk meningkatkan kemampuan yang dimilikinya.
c)    Perlakuan lingkungan sekitar dan treatmen yang dilakukan
Dalam pendidikan, lingkungan dibagi menjadi 3 macam yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Dalam lingkungan keluarga, anak pernah diberi treatment artikulasi digunakan  abk tuna wicara untuk melatih pengucapan  dan terapi gong digunakan abk tuna rungu  untuk mengecek kepekaan telinga. Treatment tersebut berikan orang orangtua selama satu tahun atas anjuran dokter, tetapi selama setahun itu tidak ada perkembangan yang ditunjukkan sianak.Maka dari itu orang tua memilih untuk menghentikan terapi tersebut dan orang tua memasukkan anaknya ke SLB.Dalam keluarga anak diajarkan untuk mandiri misalnya seperti mandi sendiri, makan sendiri, dan pergi ke toilet sendiri. Walaupun orang tua sadar bahwa anak mereka memiliki kekurangan dalam hal berbicara dan mendengar, akan tetapi keluarga yakin bahwa anak dapat mandiri. Ketika dirumah anak belajar dengan sesuka hatinya.Akan tetapi, apabila anak diberi PR oleh gurunya maka anak dengan semangat mengerjakan PR tersebut.Orang tua menemani anak saat belajar dan memberikan bimbingan pada anak.Orang tua juga memberikan pujian sebagai bentuk dorongan dan motivasi bagi anak agar anak bisa percaya diri dalam melakukan setiap kegiatannya.
Letak sekolah yang jauh dari jalan raya membuat proses belajar anak menjadi lebih aman, nyaman dan tenang. Lingkungan sekolah sangat membantu anak dalam pendidikannya.Sekolah mengajarkan bahasa isyarat dan peragaan agar anak dapat menyampaikan sesuatu dengan cukup jelas.Sekolah si anak lebih mengutamakan anak dapat berbicara, walaupun anak tak dapat berbicara layaknya anak normal lainnya tetapi setidaknya anak sudah berusaha untuk bicara.Sekolah juga memberikan beberapa treatment seperti artikulasi dan terapi gong.Tak hanya treatment, sekolah juga memberikan pembelajaran layaknya sekolah PAUD pada umumnya seperti belajar membaca, menyanyi, mewarnai, melipat kertas, dan olahraga.Menurut ibu si anak, setelah anak disekolahkan di SLB selama 2 tahun anak menunjukkan beberapaperkembangan.Ketika disekolah anak belum mau ditinggal ibunya, jadi selama pembelajaran dikelas ibu si anak menunggu di teras kelas. Didalam kelas ketika anak sudah selesai mengerjakan tugasnya maka ia akan bermain sendiri atau berlarian kesana kemari seperti anak normal pada umumnya. Dilingkungan sekolahnya anak dapat berkomunikasi dengan baik, baik itu teman atau gurunya.
Dalam masyarakat, masih ada sebagian kecil orang yang belum bisa menerima kekurangan anak, tetapi hal tersebut tidak membuat anak berkecil hati dan minder, anak justru senang bermain-main dengan orang-orang disekitar rumahnya. Anak dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar rumah dengan menggunakan bahasa isyarat dan sebagian dari masyarakat itu dapat memahami apa yang dimaksud si anak. Anak juga memiliki teman di lingkungan sekitarnya  dan teman-temannya tersebut dapat menerima kekurangan si anak sehingga anak dapat bermain dengan nyaman tanpa ada perbedaan diantara mereka. Dengan pendidikan yang diterima anak dalam lingkungan keluarga dan sekolah anak dapat berinteraksi dengan baik di masyarakat.

d). Potensi anak
Menurut Endra K Pihadhi (2004;6) potensi bisa disebut sebagai kekuatan, energi, atau kemampuan yang terpendan yang dimiliki dan belum dimanfaatkan secara optimal. Sri Hapsari (2005;2) menjelaskan potensi diri merupakan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik.
Dari pengamatan yang telah kami lakukan di SLB-B YRTRW, sekolah khusus tuna rungu wicara Surakarta yang direalisasikan pada jum’at, 29 Mei 2015 kami mengambil sempel satu anak dari kelas P1 berumur 5 tahun dengan kebutuhan khusus kelompok B dan menderita dua keabnormalan yaitu anak rungu-wicara. Melalui metode wawancara yang kami lakukan dengan orang tua anak, anak tidak terlahir dengan kekhususan yang dimilikinya sekarang.Ketika berumur 2 bulan anak pernah menjalani operasi pengangkatan benjolan kecil seperti tumor di bagian leher, tepat di belakang telinga dengan pembedahan vertikal.Setelah mengalami keterlambatan berjalan dan belum bisa berbicara diusianya 2 tahun orang tua membawa anak ke RS.M bagian tumbuh kembang anak.Setelah melakukan serangkaian tes, dokter menyarankan anakuntuk di bawa ke bagian THT (telinga, hidung, tenggorokan) setelah melihat anak tidak merespon panggilan dan bunyi yang ditujukan kepadanya.Setelah dites Bera anak dinyatakan sebagai anak berkebutuhan khusus tuna rungu-wicara. Anak mengalami hearing less (tuna rungu total), alat bantu dengar yang dipasang ditelinga anak tidak dapat membuat anak merespon bunyi yang datang dari luar.
Melalui metode wawancara yang telah kami lakukan dengan orang tua anak, sejauh pengamatan dan tingkat kesenangan anak, orang tua mengatakan bahwa anak mempunyai potensi dibidang menulis.Hal ini didukung dengan anak lebih suka pada alat tulis seperti pensil, penghapus, dan buku tulis dibandingkan pada pensil warna, buku bergambar dan berwarna.Pernah suatu kali orang tua mencoba mengenalkan nama-nama buah dengan gambar dan warna tapi anak tidak mau. Kapasitasnya untuk menulis lebih banyak dilakukan hal ini dikatakan oleh orang tua anak “ kalau si N sukanya menulis mbak, setelah pulang sekolah langsung menulis. Meskipun ya tulisannya kadang-kadang tidak bisa dibaca”. Potensi lain yang dimiliki anak adalah anak mempunyai sosialisasi yang baik dengan teman sebayanya di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat anak tinggal. Meski sedikit berbeda dengan anak biasa, anak tetap menjalin pertemanan dengan anak lain dilingkungan rumahnya. Untuk berkomunikasi mereka menggunakan isyarat dan gerakan bibir agar komunikasi dapat berjalan dua arah.Anak dapat menyesuaikan diri dan melakukan sosialisasi dengan baik, tidak minder dan mempunyai kemauan yang keras.
Seorang ahli bernama Bronfenbrenner (2006) menyatakan bahwa kesejahteraan psikis dan fisik serta pendidikan anak sangat tergantung pada sejahtera atau tidaknya keluarga.Keluarga mempunyai peran penting dalam mengembangkan bakat, potensi dan ketrampilannya dengan memberikan kebebasan dalam mengekspresikan diri mereka. Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua akan menjadi hal penting yang akan ikut menentukan arah perkembangan dan prtumbuhan anak. Teori Psikososial Erikson menyatakan autonomy vs shame and doubt. Ketika orang tua memberikan kebebasan dan dorongan pada anak untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan tidak cenderung banyak menuntut (pengasuhan otoriter) dan membatasi anak maka anak akan mengembangkan sikap mandiri dan pengendalian atas diri mereka. Hal ini akan mengurangi presentase anak untuk mengembangkan rasa malu dan ragu-ragu pada hal yang akan dilakukannya. Jika orang tua terlalu protektif terhadap anak disebabkan karena kekhususan yang dimilikinya maka anak akanmenjadi defendent (ketergantungan). Anak tidak diberi kesempatan offensif sehingga muncul socio-conform sehingga anak menjadi defendent.Anak menjadi self relation (hanya mampu bersosialisasi dengan dirinya sendiri) dan akan mengembangkan rasa takut salah pada tahap selanjutnya karena biasa di dikte oleh orang tua dalam melakukan segala hal.Dari hasil observasi yang telah kami lakukan dengan metode wawancara, orang tua mengatakan bahwa si anak sudah mulai mengembangkan kemandiriannya, anak sudah dapat mandi, berpakaian, buang air kekamar mandi tanpa bantuan dan cebok sendiri.
Yang perlu diperhatiakan oleh orang tua adalah seberapa jauh anak perlu diperhatikan, diberi kebebasan dan kesempatan untuk mengekspresikan ide-idenya, dihargai hasil karya/prestasinya, didengar isi hatinya, tidak ada paksaan/tekanan dan ancaman terhadap dirinya, serta mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan kejiwaannya tanpa meninggalkan kekhususan yang dimilikinya. Teori psikososial Erikson menyatakaninitiative vs guilt dimana ketika orang tua sudah dapat memahami, menerima keaktifan anak, bersabar, dan dapat menjawab keingintahuan anak mengenai sesuatu hal maka anak akan belajar mendekati keinginannya dan perasaan inisiatif menjadi semakin kuat. Hal ini akan mengurangi anak enggan mengambil inisiatif untuk mendekati keinginannya dan akan merasa bersalah. Sikap inisiatif sangat diperlukan anak untuk menggali potensi yang ada pada diri mereka karena inisiatif akan menjadi dasar bagi anak untuk bertindak produktif pada tahap selanjutnya sehingga seluruh potensinya akan berkembang optimal.
Sekolah hanya sebagai salah satu faktor keberhasilan anak dalam mengenyam pendidikan untuk mencapai kesetaraan dan meningkatkan dirinya didalam masyarakat.Pendidikan sebagai bekal dalam pemberian stimulus untuk merangsang potensi anak dan mengoptimalkannya tapi tetap pendidikan bermula dari keluarga. Dengan hal ini diharapkan nantinya akan dapat menempatkan anak-anak ini ditengah-tengah masyarakat sebagaimana mestinya, mereka akan mampu, mereka akan senang, dan mereka akan mencapai hidup layak (a placement).
). kurikulum sekolah
Kurikulum merupakan acuan dalam pelaksanaan pembelajaran dibidang pendidikan oleh sekolah. Kurikulum disusun oleh pemerintah guna menentukan arah dan tujuan yang sama dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan oleh semua sekolah diseluruh indonesia dengan latar belakang dan tingkat kebutuhan yang berbeda-beda. Kurikulum bersifat elastis dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
Dari pengamatan yang telah kami lakukan di SLB-B YRTRW, sekolah khusus tuna rungu wicara Surakarta yang direalisasikan pada jum’at, 29 Mei 2015 dengan metode wawancara dengan guru. Guru menyatakan bahwa untuk SLB-B YRTRW masih menggunakan kurikulum lama dan masih dalam rangka persiapan untuk menggunakan kurikulum 2013 ditahun yang akan datang. Dilansir dari joglosemar.com bahwa sebagian guru PLB mendapatkan pelatihan kurikulum 2013 untuk umum karena kurikulum yang dipakai untuk PLB merupakan kurikulum modifikasi. Pelaksanaan penerapan kurikulum 2013 akan dimulai pada tahun ajaran baru, dan saat ini baru diprogramkan. Tim pengembangan kurikulum 2013 PLB bidang pendidikan dasar (Dikdas) tingkat nasional, Karsono mengharapkan dengan program penerapan kurikulum 2013 untuk PLB akan mampu memberikan pendidikan karakter pada siswa karena kurikulum 2013 menekankan pada nilai pendidikan karakter sehingga mampu memberikan empat kompetensi inti pada siswa berkebutuhan khusus yaitu religi, sosial, pengetahuan, dan aplikasi/ketrampilan.
Menurut guru SLB-B YRTRW kurikulum yang digunakan saat ini adalah kurikulum lama untuk SLB, untuk kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 masih dalam proses persiapan dan penyempurnaan untuk tahun ajaran baru. Pada prinsipnya kurikulum yang dipakai untuk SLB hampir sama dengan kurikulum umum untuk sekolah reguler. Dari segi materi pembelajaran yang akan diberikan, kompetensi yang akan dicapai anak dan cara penilaian. Hanya saja perbedaan terletak pada metode yang digunakan jika sekolah reguler model pembelajarannya klasikal, SLB menggunakan model pembelajaran individual.Lebih memperhatikan karakter anak berkebutuhan khusus golongan B serta untuk beberapa mata pelajaran ada tambahan dan pengurangan kompetensi yang harus dicapai siswa dan karakteristik penilaiannya. Seperti untuk materi bahasa indonesia terdapat materi ‘Membaca Indah’, anak diajarkan tentang membaca indah misalnya puisi, untuk anak normal materi ini dapat diajarkan dan dipraktekkan untuk meendapat penilaian tetapi untuk SLB-B hal ini kecil sekali kemungkinannya untuk setiap anak membacakan puisi dengan suara indah karena untuk anak golongan ini terdapat beberapa karakteristik suara yang dimiliki anak SLB-B. Ada yang model suaranya sengau, ada yang datar, dan ada yang hanya gerakan bibir dan tidak ada suaranya.Tapi materi tentang puisi dan membaca indah tetap diberikan, anak tetap mendapatkan pengetahuan tentang membaca indah dan puisi namun dalam hasil prakteknya tidak dapat disamakan dengan anak normal. Karena kekhususan SLB-B adalah terletak pada artikulasinya maka didalam SLB-B ada BKPBI yaitu ‘Bina Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama’ dimana anak-anak normal tidak diajarkan tentang materi ini, bagaimana anak dapat mengucapkan kata dengan benar sehingga disamping memberikan materi guru secara tidak langsung mengajarkan cara berartikulasi.
Kurikulum yang digunakan oleh sekolah saat ini sudah mampu mengoptimalkan potensi anak namun harus disertai dengan pengembangan secara berkelanjutan disana-sini dan hal ini menuntut kreativitas guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Pemerintah membuat kurikulum secara garis besar dan pelaksanaannya dikelas dalam pembelajaran terletak pada guru sebagai pelaksana untuk berkreativitas dalam proses pembelajarannya untuk mencapai tujuan yang sama didalam kurikulum. Untuk mendukung potensi yang dimiliki anak sekolah juga mengadakan ekstrakulikuler seperti pramuka, menari, melukis, dan pantomim. Menurut guru, kurikulum saat ini secara keseluruhan sudah dapat mengatasi kesulitan belajar anak SLB-B hal ini dijelaskan karena didalam kurikulum sudah terdapat tujuan yang ingin dicapai, ada metode, ada cara, dan ada materi yang akan di berikan dimana materi yang akan di berikan untuk SLB-B disesuaikan dengan kemampuan anak.
Kendala dalam melaksanakan kurikulum ini hanya berlaku untuk beberapa anak yang memang benar-benar berat dalam artian kekhususan yang dimiliki anak lebih mendominasi sehingga anak sangat sulit mengembangkan dirinya.Sebagus apapun kurikulumnya kendala tetap ada karena di terapkan pada masing-masing anak yang berkarakter berbeda tetapi kendala tidak begitu prinsip dalam artian tidak begitu mempengaruhi hasil secara keseluruhannya.
Pengertian Profesi
Secara estimologi, istilah profesi berasal dari bahasa Inggris yaitu profession atau bahasa latin, profecus, yang artinya mengakui, adanya pengakuan, menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan secara terminologi profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental; yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoritis.
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian, menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi.Pengertiaan profesi menurut beberapa para ahli diantaranya adalah sebagai berikut 
Vomer and Mills 1966
Profesi adalah sebagai suatu spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training, bertujuan mensuplay keterampilan melalui pelayanan dan bimbingan pada orang lain untuk mendapatkan bayaran (fee) atau gaji.
Mc Cully 1969
Mengungkapkan bahwa profesi itu merupakan suatu pekerjaan profesional menuntut dipergunakannya tehnik atau prosedur yang berlandaskan intelektualitas yang secara sengaja harus dpelajari kemudian secara langsungdapat di abadikan pada orang lain.
Diana W. Kommers
Profesi merupakan seperangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh lewat pendidikan atau training dengan waktu yang panjang yang di asumsi beroriatasi pelayanan dan memiliki otonomi.
 Ada beberapa istilah lain yang dikembangkan yang bersumber dari istilah “profesi” yaitu istilah professional, profesionalisme, profesionalitas, dan profesionaloisasi secara tepat, berikut ini akan diberikan penjelasan singkat mengenai pengertian istilah-istilah tersebut.
“Professional” mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengn profesinya.Penyandangan dan penampilan“professional” ini telah mendapat pengakuan, baik segara formal maupun informal.Pengakuan secara formal diberikan oleh suatu badan atau lembaga yang mempunyai kewenangan untuk itu, yaitu pemerintah dan atau organisasi profesi.Sedang secara informal pengakuan itu diberikan oleh masyarakat luas dan para pengguna jasa suatu profesi.Sebagai contoh misalnya sebutan “guru professional” adalah guru yang telah mendapat pengakuan secara formal berdasarkan ketentuan yang berlaku, baik dalam kaitan dengan jabatan ataupun latar belakang pendidikan formalnya. Pengakuan ini dinyatakan dalam bentuk surat keputusan, ijazah, akta, sertifikat, dsb baik yang menyangkut kualifikasi maupun kompetensi. Sebutan “guru professional” juga dapat mengacu kepada pengakuan terhadap kompetensi penampilan unjuk kerja seorang guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai guru.Dengan demikian, sebutan “profesional’’ didasarkan pada pengakuan formal terhadap kualifikasi dan kompetensi penampilan unjuk kerja suatu jabatan atau pekerjaan tertentu. Dalam RUU Guru (pasal 1 ayat 4) dinyatakan bahwa: “professional adalah kemampuan melakukan pekerjaan sesuai dangan keahlian dan pengabdian diri kepada pihak lain”.
“Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmennya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas professional melalui berbagai cara dan strategi. Ia akan selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna proesional.
“Profesionalitas” adalah sutu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas-tugasnya.Dengan demikian, sebutan profesionalitas lebih menggambarkan suatu “keadaan” derajat keprofesian seseorang dilihat dari sikap, pengetahuan, dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya.
Syarat-syarat profesi
“Profesionalisasi” adalah sutu proses menuju kepada perwujudan dan peningkatan profesi dalam mencapai suatu kriteria yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Syarat –Syarat Profesi
Ada beberapa hal yang termasuk dalam syarat-syarat Profesi seperti:
Standar unjuk kerja
Lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan  pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas
Akademik yang bertanggung jawab
Organisasi profesi
Etika dan kode etik profesi
Sistem imbalan
Pengakuan masyarakat.

Profesi Keguruan
Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh.Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semi profesional, namun sebenarnya lebih dari itu.Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh oleh lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. 26/1989).
profesi kependidikan/keguruan adalah keahlian khusus dalam bidang pendidikan, pengajaran,dan pelatihan yang ditekuni untuk menjadi mata pencaharian dalam memenuhi kebutuhan hidup yang bersangkutan (guru) serta menuntut keprofesionalan pada bidang tersebut. 
Robert W.Rickey dalam Djam an Satori dkk(2003:119) mengemukakan ciri-ciri profesi keguruan sebagai berikut :
Bahwa para guru akan bekerja hanya semata-mata memberikan pelayanan kemanusiaan daripada usaha untuk kepentingan pribadi.
Bahwa para guru secara hukum dituntut untuk memenuhi berbagai persyaratan untuk mendapatkan lisensi mengajar serta persyaratan yang ketat untuk menjadi anggota organisasi guru.
Bahwa para guru dituntut untuk memiliki pemahaman serta ketrampilan yang tinggi dalam hal bahan ajar, metode, anak didik dan landasankependidikan.
Bahwa para guru dalam organisasi profesional, memiliki publikasi profesional yang dapat melayani para guru, sehingga tidak ketinggalan, bahkan selalu mengikuti perkembangan yang terjadi.
Bahwa para guru, selalu diusahakan untuk selalu mengikuti kursus-kursus, workshop, seminar, konvensi serta terlibat secara luas dalam berbagaikegiatan“inservice”.
 Bahwa para guru diakui sepenuhnya sebagai suatu karier hidup (a lifecareer).
Bahwa para guru memiliki nilai dan etika yang berfungsi secara nasional maupun lokal. 


Syarat-Syarat Profesi keguruan
Dapat dikemukakan bahwa guru dianggap sebagai suatu profesi bilamana ia memiliki pernyataan dasar, ketrampilan teknik serta di dukung oleh sikap keribadian yang mantap. Dengan demikian, berarti guru yang profesional harus memiliki kompetensi berikut ini:
Kompetensi Profesional, artinya ia memiliki pengetahuan yang luas serta dalaam subjek matter (bidang studi) yang diajarkan serta penguasaan metodologis dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoritik, mampu memilih metode yang tepat serta mampu menggunakan berbagai metode dalam proses belajar mengajar. Guru pun harus memiliki pengetahuan yang luas tentang landasan kependidikan  dan pemahaman terhadap subjek didik (murid).
Kompetensi personal, artinya memiliki sikap kepribadian yang mantap, sehingga mampu menjadi sumber identifikasi bagi subjek. Dengan kata lain, guru harus memiliki kepribadian yang patut di teladani, sehingga mampu melaksanakan kepemimpinan yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara, yaitu tut wuri handayani, ing madya mangun karso, dan ing ngarso sung tulodo.
Kompetensi sosial, artinya ia menunjukkan kemampuan berkomunikasi sosial, baik dengan murid-muridnya maupun dengan sesama teman guru, dengan kepala sekolah bahkan dengan masyarakat luas.
Kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya yang berarti mengutamakan nilai kemanusiaan daripada nilai benda material. Apabila seorang guru telah memiliki kompetensi tersebut diatas, maka guru tersebut telah memiliki hak profesional karena ia telah nyata memenuhi syarat-syarat berikut ini.
Mendapat pengakuan dan perlakuan hukum terhadap batas wewenang keguruan yang menjadi tanggung jawabnya.
Memiliki kebebasan untuk mengambil langkah-langkahinteraksi edukatif dalam batas tanggung jawabnya dan ikut serta dalam proses pengembangan pendidikan setempat.
Menikmati kepemimpinan teknis dan dukungan pengelolaan yang efekti dan efesien dalam rangka menjalankan tugas sehari-hari.
Menerima perlindungan dan penghargaan yang wajar terhadap usaha-usaha dan prestasi yang inovatif dalam bidang pengabdiannya.
Menghayati kebebasan mengembangkan kompetensi profesionalnya secara individual maupun secara institusional.

























BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dalam profesi kependidikan ada beberapa hal yang dibahas diantaranya :
Profesionalisme keguruan
Otoritas profesional guru
Kebebasan akademik (academic freedom)
Tanggung jawab moral (responsible) dan pertanggung jawaban jabatan (accountability)
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian, menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi.
Ada beberapa hal yang termasuk dalam syarat-syarat Profesi seperti:
Standar unjuk kerja
Lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan  pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas
Akademik yang bertanggung jawab
Organisasi profesi
Etika dan kode etik profesi
Sistem imbalan
Pengakuan masyarakat.
profesi kependidikan/keguruan adalah keahlian khusus dalam bidang pendidikan, pengajaran,dan pelatihan yang ditekuni untuk menjadi mata pencaharian dalam memenuhi kebutuhan hidup yang bersangkutan (guru) serta menuntut keprofesionalan pada bidang tersebut. 
Syarat-Syarat Profesi keguruan, yaitu :
Kompetensi Profesional
Kompetensi personal
Kompetensi sosial
Kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya
Saran
Dengan adanya makalah ini penulis berharap pada pembaca agar dapat menjadikan makalah ini sebagai rujukan serta sumber dalam proses belajar mengajar dan dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai meteri yang dibahas dalam makalah ini.


























DAFTAR PUSTAKA

Sutomo.dkk. 1998. Profesi Kependidikan. Ikip Semarang Press. Semarang.
http://massova.wordpress.com/2008/01/24/provesi-keguruan
Syaiful sagala, admitsrasi pendidikan konterporer,Bandung ; Alpabet, 2006
Susi Herawati, etika dan profesi keguruan, STAIN Batusangkar,2009
http://ruangguru.blogspot.com/2009/05/profesi-keguruan-dalam-mengembangkan.
http://massova.wordpress.com/2008/01/24/provesi-keguruan
Joglosemar.”Kurikulum 2013 Serentak Di Seluruh SLB” http://joglosemar.co/2013/12.kurikulum-2013-serentak-di-seluruh-SLB . Diakses pada tanggal 29 Mei 2015
Ahmad, Abu dan Widodo Supriyono.2004 . Psikologi Belajar . Rineka Cipta.